Kandidat Kiri Menangi Pilpres Uruguay

Uruguay elections

Calon Presiden yang diusung oleh Frente Amplio (Front Luas), Tabaré Vázquez, memenangi Pemilu Presiden (Pilpres) putaran kedua Uruguay, Minggu (30/11/2014).

Sebuah perhitungan tidak resmi memperkirakan Tabaré meraup suara 53,5%. Sedangkan penantangnya dari sayap kanan, Louis Lacalle Pou, hanya mendapat 41%. Sementara jajak pendapat lain menempatkan Tabaré dengan 53,9% suara dan Lacalle Pou dengan 40,6%.

Meskipun belum pengumuman resmi, para pendukung Frente Amplio sudah tumpah ruah di jalanan untuk merayakan kemenangan. Mereka mengibarkan bendera partai di jalan-jalan kota Montevideo dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan.

“Rakyat Uruguay telah menyatakan ‘Ya’…’Ya’ untuk demokrasi, ‘Ya’ untuk pelayanan publik yang lebih baik,” kata Tabaré saat menyampaikan pidato kemenangan di hadapan pendukungnya.

Kandidat sayap kanan, Lacalle Puo, sudah mengakui kekalahannya dan menyatakan bahwa hasil tersebut sudah merupakan ‘keputusan rakyat Uruguay’.

Kemenangan Tabaré kali ini melanjutkan kekuasaan Frente Amplio yang sudah tiga periode memerintah Uruguay. Tabaré sendiri pernah menjadi Presiden Uruguay pada periode 2005-2010.

Kemudian, karena aturan konstitusi, ia tidak maju lagi pada pemilu 2009. Saat itu, Frente Amplio mengusung seorang bekas gerilyawan Tupamaros, Jose ‘Pepe’ Mujica, sebagai Presiden.

Tabaré, yang kini berusia 74 tahun, adalah anak seorang aktivis buruh. Ia tumbuh dari lingkungan klas buruh. Karena latar-belakang itulah, ketika lulus dari sekolah kedokteran, ia mengabdikan pekerjaannya untuk kepentingan rakyat banyak.

Pada tahun 1990, Tabaré diusung oleh Frente Amplio untuk memenangkan Pemilu lokal di Montevideo. Momentum itulah yang dijadikan oleh Tabaré dan Frente Amplio untuk mendemonstrasikan kemampuan politiknya dalam mengelola kekuasaan dengan lebih baik.

Di tahun 2004, Frente Amplio berhasil menghantarkan Tabaré sebagai Presiden. Inilah pertama-kalinya kaum kiri berkuasa dan berhasil memutus mata-rantai kekuasaan dua partai kanan, yakni Partido Nacional (Partai Nasional) dan Partido Colorado (Partai Colorado), yang berkuasa selama kurang-lebih 150-an tahun.

Begitu berkuasa, Tabaré mendorong kebijakan sosial untuk mengangkat jutaan rakyat Uruguay dari jurang kemiskinan. Tak hanya itu, melalui kebijakan pajak progressif, Tabaré mendorong redistribusi kekayaan dan memerangi ketimpangan ekonomi. Selain itu, pemerintahannya juga berkomitmen dalam menyelesaikan berbagai kejahatan HAM di masa kediktatoran.

Hal itulah yang membuat Tabaré sangat populer dan tingkat penerimaan atas pemerintahannya mencapai 70%.

Kemenangan Tabaré menambah daftar partai dan pemerintahan kiri yang berhasil berkuasa kembali di Amerika Latin. Sebelumnya, Evo Morales berhasil memenangi Pilpres di Bolivia dan Partai Buruh memenangi Pilpres di Brazil.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut