LMND Bima Kecam Tindakan Represif Polisi Di Makassar

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) kota Bima mengecam tindakan represif aparat kepolisian saat menghadapi aksi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Makassar.

Kecaman tersebut disampaikan melalui aksi massa di depan Markas Kepolisian Resorta (Mapolres) Bima, Senin (1/12/2014). “Kami mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian di Makassar. Tindakan tersebut menginjak-injak semangat demokrasi,” kata Ketua STIKIP Bima, Arafik, saat menyampaikan orasinya.

Untuk diketahui, pada hari Kamis (27/11) lalu, aksi massa menolak kenaikan harga BBM di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar berujung bentrok. Dalam bentrokan tersebut, seorang warga Pampang Makassar, Muhamad Arif (17), tewas di tangan aparat kepolisian.

Menurut Arafik, kenaikan harga BBM sangat memukul kehidupan ekonomi rakyat, terutama karena memicu PHK massal, kenaikan harga kebutuhan, dan kenaikan biaya transportasi. Sehingga, kata dia, menjadi hak rakyat untuk menggelar aksi protes terhadap kebijakan tersebut.

“Sayangnya, pemerintahan Jokowi-JK merespon protes rakyat itu dengan moncong senjata dan gas air mata. Seharusnya, kalau memang dia pro-rakyat, aksi protes rakyat itu didengar,” kata dia.

Dalam tuntutannya, LMND Bima mendesak Komnas HAM, komisi III DPR RI, dan KOMPOLNAS untuk turun ke lapangan dan mengusut adanya dugaan pelanggaran HAM berat dalam kejadian tersebut.

Selain menggelar aksi massa di Mapolres Bima, massa aksi LMND ini juga menggelar aksi massa di kantor DPRD Kabupaten Bima. Di sana mereka menyuarakan tuntutan yang sama.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut