Jatam Sulteng Desak Jokowi-JK Nasionalisasi PT. Vale Indonesia

Direktur Eksekutif Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Sulawesi Tengah, Syahrudin Ariestal Douw, mendesak Pemerintahan Jokowi-JK untuk segera menasionalisasi PT. Vale Indonesia dan semua perusahaan tambang baik minyak maupun mineral untuk kesejahteraan Rakyat ketimbang menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Penaikan harga BBM yang dilakukan oleh Pemerintahan Jokowi-JK dan didukung oleh para Intelektualnya, kata Ariestal, adalah kesalahan besar dalam melaksankan Konstitusi Negara utamanya Pasal 33 UUD 1945.

Menurut Ariestal, kemakmuran dan kesejahteraan rakyat yang dibangun dari logika berfikir intelektual kolonial akan semakin menjauhkan kemerdekaan Bangsa Indonesia, apalagi jika logika kenaikan harga BBM masih menggunakan logika rezim sebelumnya.

Dalam logika Jokowi, lanjut Aristal, alokasi anggaran untuk subsidi BBM mencapai Rp. 300 triliun tersebut dikatakan membebani APBN dan dengan dalih bahwa 70% penikmat subsidi dikatakan tidak tepat sasaran.

Tapi disisi lain, kata dia, perusahaan-perusahaan berskala  besar atau transnasional terus mencetak keuntungan yang besar, seperti PT. Vale Indonesia misalnya, tidak tanggung-tanggung jumlah laba per sembilan bulan mencapai US$ 171,7 juta, sedangkan negara hanya mendapat 2% dari keuntungan yang di dapat oleh PT. Vale Indonesia.

Belum lagi, perusahaan minyak dan gas (Migas)  seperti Chevron, Caltex, Total, British Petroleum, Texaco, Gulf Oil,  dan Shell, terus mencetak keuntungan dari pengelolaan Sumber Daya Alam di negeri ini. Sementara penerimaan negara dari sektor Migas hanya Rp. 211 Milyar sedangkan mineral Rp. 241 Milyar.

“Jumlah keuntungan perusahaan Transnasional baik Migas maupun Sumber Daya Alam tidak sebanding dengan sedikitnya pendapatan negara melalui pajak yang dibayarkan,”kata Ariestal kepada berdikarionline.com, Sabtu (29/11/2014).

Olehnya, kata Ariestal, Pemerintahan Jokowi-JK seharusnya tidak mengikuti cara-cara lama dalam mengambil keputusan mengurangi beban APBN, tapi  harus melakukan terobosan baru dan mencabut akar masalahnya dengan jalan menasionalisasi semua perusahaan tambang yang ada di Indonesia, agar kekayaan Indonesia tidak dinikmati oleh segelintir kelas kapitalis.

Rudi Astika

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut