Mahasiswa Bersolidaritas Untuk Warga Picuan Minahasa Selatan

Puluhan mahasiswa menggelar aksi massa di kampus Universitas Manado (Unima) di Tondano, Sulawesi Utara, Kamis (3/5/2012). Mereka bersolidaritas atas perjuangan rakyat di desa Picuan, Kecamatan Motoling, Kabupaten Minahasa Selatan.

Aksi ini dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Peduli Minahasa Selatan. Ini merupakan gabungan dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Ikatan Mahasiswa Unima Minahasa Selatan, dan Kerukunan Mahasiswa Lolombulan dan Ranoiapo.

Koordinator aksi, Satriano Pangkey, mengatakan, aksi massa ini berusaha menyakinkan civitas akademika Unima terkait persoalan yang dialami oleh rakyat di desa Picuan, Kecamatan Motoling, Minahasa Selatan.

Di sana, kata Satriano, rakyat sedang berjuang melawan kesewenang-wenangan pengusaha yang dibekingi aparat keamanan. “Di sana terjadi tindakan kekerasan terhadap warga yang menolak tambang,” ungkapnya.

Satriano berharap agar persoalan ini segera dibawa ke DPRD Minsel untuk dibahas dan diselesaikan. Ia juga meminta agar pihak Pemda segera turun tangan untuk menyelesaikan persoalan ini.

Di desa Picuan, rakyat sedang berjuang menolak kehadiran perusahaan tambang emas, PT. Sumber Energi Jaya. Pada 20 April lalu, Polisi berusaha menangkap paksa seorang warga desa tersebut. Upaya tersebut digagalkan oleh rakyat desa.

Tidak hanya itu, warga desa juga membakar mobil polisi itu. Sebagai responnya, Polisi kemudian berjaga di pintu masuk desa tersebut. Desa ini pun terisolir dari dunia luar dan kesulitan mengakses kebutuhan dasar.

Warga Picuan siapkan aksi

Sementara itu, warga desa Picuan sedang mempersiapkan aksi massa besar-besaran ke kantor Bupati Minahasa Selatan.

“Kita akan mengerahkan ribuan warga untuk mendesak Bupati segera mencabut ijin pertambangan kepada PT. SEJ,” kata Royke, seorang tokoh masyarakat setempat.

Selain itu, kata Royke, warga Picuan juga akan menuntut tanggung-jawab PT. SEJ terkait kejadian pada 20 April 2012 lalu.

Namun, ada kabar bahwa Gubernur Sulut dan Bupati Minsel akan berkunjung ke desa Picuan. “Jika benar Gubernur dan Bupati datang besok, maka kami akan memusatkan aksi di desa kami,” kata Royke.

JONATHAN WOROTITJAN |  EVAN TAERAE

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut