Bolivia Nasionalisasi Perusahaan Listrik

Presiden Bolivia Evo Morales mengumumkan keputusan pemerintahannya menasionalisasi jaringan transmisi listrik utama di negeri itu dari tangan perusahaan berbendera Spanyol.

Langkah Evo Morales diumumkan dihadapan massa kaum buruh yang sedang merayakan ‘Hari Buruh Sedunia’. Bagi Morales, kebijakan ini adalah penghormatan kepada rakyat Bolivia yang sedang berjuang mengembalikan kekayaan alam dan kebutuhan dasarnya.

Pemerintah Bolivia sudah menghubungi pihak Spanyol mengenai konpensasi atas kebijakan pengambil-alihan tersebut. Morales sendiri sudah menugaskan seorang auditor independen untuk menghitung jumlah kompensasi yang adil.

Perusahaan yang dinasionalisasi adalah Transportadora de Electricidad (TdE)—anak perusahaan dari Red Electrica Corporacion, Spanyol. Red Electrica menguasai tiga perempat jaringan transmisi listrik di Bolivia. Pemerintah Spanyol menguasai 20% saham perusahaan ini.

Morales mengatakan, sejak diprivatisasi tahun 1997, TdE hanya menginvestasikan 81 juta dollar AS (Rp 745 miliar) di jaringan listrik Bolivia. Sedangkan pemerintah menanamkan modal sebesar 220 juta dollar AS. “Tetapi pihak lain yang mengambil untung,” kata Evo Morales.

Sejalan dengan dekrit nasionalisasi ini, tentara Bolivia telah dikerahkan untuk menduduki TdE. Di sana, tentata memasang bendera nasional Bolivia di semua pintu masuk perusahaan tersebut.

Sejak tahun 1990-an, rezim sayap kanan Bolivia memprivatisasi semua perusahaan milik negara (BUMN), termasuk perusahaan listrik. “Kami hanya menasionalisasi perusahaan yang sebelumnya milik kami,” kata Morales.

Pada tahun 2006, hanya beberapa bulan setelah berkuasa, Morales menasionalisasi perusahaan minyak dan gas. Pada tahun 2008, juga pada saat peringatan May Day, Morales menasionalisasi perusahaan telekomunikasi terbesar di negeri itu, Entel, dari tangan Telecom Italia SpA.

Pada May Day tahun 2010, pemerintahan Morales juga mengambil kontrol terhadap perusahan hydroeletric dari tangan perusahaan Inggris dan Perancis.

Langkah nasionalisasi Evo Morales ini telah menambah kepanikan perusahaan Spanyol yang beroperasi di Amerika Latin. Sebelumnya, Presiden Argentina Cristina Fernandez juga melakukan nasionalisasi terhadap perusahaan minyak YPF—perusahaan yang mayoritas sahamnya dikuasai Repsol Spanyol.

RAYMOND SAMUEL

[youtube]http://youtu.be/akosH0rSCAo[/youtube]

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut