LMND Pematangsiantar Tolak Kenaikan Harga BBM

Puluhan massa aksi Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggelar aksi massa di kantor Walikota Pematangsiantar, Kamis (22/3/2012). Mereka menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM.

Dalam aksinya, mereka menggelar aksi teatrikal. Tiga orang mahasiswa yang memerankan rakyat jelata berbaring di aspal. Diantara mereka ada yang dijerat lehernya oleh orang yang mengenakan topeng bergambar wajah penguasa.

“Inilah simbolisasi penderitaan rakyat jika harga BBM dinaikkan,” kata koordinator lapangan aksi.

Menurut Ketua LMND Pematangsiantar, Vivin Sriwahyuni, kenaikan harga BBM akan membawa dampak buruk bagi rakyat. “Ini akan membawa dampak seperti kenaikan harga barang, kenaikan tariff transportasi, dan naiknya sewa rumah/kost,” katanya.

Karena itu, bagi Vivin, rakyat dan mahasiswa harus bahu-membahu menolak kenaikan harga BBM itu. Ia juga menyerukan agar solusi pokok atas pengelolaan energi adalah pasal 33 UUD 1945.

Sayangnya, dalam aksi tadi siang itu Walikota Pematangsiantar tidak keluar menemui massa aksi. Akhirnya, massa aksi pun mencemooh sang walikota sebagai antek neoliberal. “Dia memang dari partai demokrat. Partainya pro kenaikan harga BBM dan pro-neoliberal,” katanya.

Seusai menggelar aksi di kantor walikota, massa aksi LMND ini bergerak menuju kantor DPRD Pematangsiantar. Di sana, massa aksi mengajak legislator agar mengeluarkan pernyatan mendukung penolakan kenaikan harga BBM.

HUGET

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut