Pemuda Dan Mahasiswa Lampung Tolak Kenaikan Harga BBM

Sekitar 80-an orang pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Lampung (GMPL) menggelar aksi massa di Bundaran Tugu Adi Pura Bandar Lampung, Kamis (22/3/2012). Mereka menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM.

“Kebijakan menaikkan harga BBM sama sekali bukan pilihan yang tepat bagi rakyat Indonesia yang sudah sangat miskin saat ini,” kata Riko, seorang aktivis dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Kenaikan harga BBM, bagi Riko, akan mempertebal tumpukan penderitaan yang harus ditanggung oleh rakyat. Terutama sekali, kenaikan harga barang kebutuhan rakyat yang selalu terjadi saat kenaikan harga BBM.

Meski aksi ini berjalan cukup damai, tetapi polisi mendatangkan dua mobil water canon. Massa aksi juga sempat dibuat gerah oleh tindakan polisi mengalihkan seluruh mobil dan kendaraan yang hendak melalui jalan di sekitar lokasi aksi. Akibatnya, lokasi aksi pun sepi dari masyarakat yang lalu-lalang.

Polisi baru membuka kembali blokade jalan setelah didesak oleh mahasiswa. Akhirnya, kawasan Tugu Adipura Bandar Lampung ini pun kembali ramai. Massa aksi pun melanjutkan orasi-orasi politiknya.

Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lampung, Isnan Subkhi, menyoroti kegagalan rezim SBY yang sudah berkuasa dua periode. Menurutnya, rejim SBY sudah gagal dalam berbagai hal: pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik, sosial-budaya, dan lain-lain.

Faktor penyebab kegagalan itu, kata Isnan, bermuasal dari kebijakan neoliberal yang ditempuh oleh SBY. Berbagai kebijakan neoliberal itu membuat SBY mengobral kekayaan alam bangsa, menyerang hak-hak pekerja, meliberalisasikan pasar, memprivatisasi layanan publik, dan mencabut subdisi untuk rakyat.

GMPL merupakan gabungan dari puluhan organisasi, seperti ; PMKRI, LMND, GMKI, SMI, PMII, FMN, HMI, GMNI, GMKI, LM Nasdem, KNPI, BEM UBL, BEM EKONOMI, GPN, SATMA PP, SRMI, dan HUMANIKA.

SADDAM CAHYO

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut