LMND Mengutuk Keras Statement Aburizal Bakrie

Statement Aburizal Bakrie soal Soekarno yang mengagumi perempuan-perempuan cantik membuat khalayak geram. Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi, Arif Fachrudin Achmad mengatakan dengan tegas bahwa statement Ical—sapaan akrab Aburizal Bakrie— sangat tidak pantas diucapkan.

Dikutip dari situs rmol.co, di sela-sela pengukuhan Alex Noerdin sebagai anggota Dewan Kehormatan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) di Hotel Sultan Jakarta, Minggu kemarin (27/05), Aburizal Bakrie mengatakan bahwa dia sempat berbicara soal bangsa dan negara dengan pendiri MKGR, RH Sugandi, yang pada era Orde Lama dikenal dekat dengan Presiden Soekarno.

Sugandi, menurut Ical, pernah meminta Sukarno untuk membuat organisasi yang bisa melawan Partai Komunis Indonesia (PKI). Saat itu, masih kata Ical, syarat yang diajukan Sukarno adalah membuat pagar ayu dan memenuhi massa di stadion utama. Sukarno pun meminta Sugandi untuk menempatkan wanita cantik di deretan paling depan. “Pesan moral beliau (Sugandi) adalah kalau saya jadi presiden jangan seperti itu, jangan yang cantik-cantik terus,” ujar Aburizal berseloroh .

Menurut Arif, Ical perlu belajar sejarah pembebasan nasional yang mengupas tentang peran Soekarno dan Founding Father lainnya begitu besar dalam mengusir nekolim serta membangun fondasi bangsa yang utuh. “Soekarno mampu merumuskan narasi besar sebuah bangsa dengan Pancasilanya,” ujarnya.

Arif menambahkan, konsep ketatanegaraaan yang dirumuskan oleh Soekarno dan pendiri bangsa berupa UUD 1945 yang sangat anti imperialisme juga menunjukkan peran besarnya dalam sejarah pembangunan karakter bangsa. “Tidak hanya di dalam negeri, Soekarno juga mampu menjadi magnet dalam membangun kerjasama antar bangsa yang anti dengan penjajahan,” tegasnya.

Masih menurut Arif, Ical belumlah pantas menjadi pemimpin bangsa Indonesia yang besar. Selain belum mampu memberikan kontribusi kepada negeri serta membangun bangsa ini, Ical justru mampu menghasilkan penderitaan rakyat dengan lumpur Lapindo dan tindakan Politiknya.

Arif memberikan seruan tegas pada seluruh masyarakat Indonesia, utamanya kaum muda, untuk selalu belajar sejarah perjuangan bangsa agar tidak terjebak pada pembelokan-pembelokan sejarah seperti yang dilakukan pada era orde baru dan Ical sebagai penerusnya saat ini.

Irwan Zakaria

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Mahmud

    Pak Ical itu doyan laci (Baca: dibalik jd laki), jd jgn heran statementnya spt itu, beda dgn Bung Karno, pengaggum keindahan wanita. Bung Karno membangkitkan semangat pembebasan rakyat thd kolonialis dan imperialis dgn terus habis-habisan MENGGEMPUR, sedang Bung Ical merampok APBN, merampas, menindas, menyengsarakan dgn menenggalamkan rakyat. dgn LUMPUR. Bung Karno Bapak Pembebasan Nasional, yang satunya lg Bapak Lumpur Indonesia. 🙂

  • Kang Sir

    BANGSA besar menghgai PAHLAWAN. Bung Karno adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia yang dihormati Rakyat Indonesia, juga disegani oleh bangsa lain di dunia. Jikalau Ical cinta Bangsa Indonesia, cabut pernyataannya.dan mohon maaf kepada seluruh Rakyat Indonesia.

  • Mohd Havez

    Orang begini belum layak utk memimpin sebuah bangsa yg besar seperti Indonesia…dia baru mampu menjadi pimpinan sebuah Perusahaan atau organisasi bobrok…

  • Sastra

    Ical bukanlah apa2 bagi Indonesia, perjuangan untuk bangsa nol besar. Dia hanya mementingkan diri dan konco-konconya, dia anthek Orba, rezim korup.