Libya: Pasukan Pemberontak Masuki Tripoli

Pasukan pemberontak Libya, yang didukung oleh NATO dan negeri-negeri imperialis, telah berhasil memasuki kota Tripoli, Ibukota Libya, pada Senin pagi (22/8). Tidak hanya itu, para pemberontak dilaporkan berhasil menangkap dua putra Khadafi.

Sebuah laporan Reuters menyebutkan bahwa putra Khadafi, Saif al-Islam, yang juga komandan brigade ke-32, pasukan terkuat di Libya, telah ditangkap oleh pasukan pemberontak.

Sebuah tayangan televisi memperlihatkan pasukan pemberontak melambai-lambaikan bendera di lapangan hijau, di pusat kota Tripoli, tempat jutaan pendukung Khadafi selalu berkumpul dan memberikan dukungan kepada para pemimpin.

Pimpinan pemberontak, Abdullah Almayhop, dari Dewan Transisi Nasional (NTC), menyatakan bahwa pihaknya sudah hampir mengusai seluruh kota Tripoli, kecuali sebuah kawasan di Al-Aziziyah, dimana sisa-sisa pendukung Khadafi bertahan.

Sampai saat ini keberadaan Khadafi belum diketahui. Dalam beberapa tayangan pidatonya, ia berjanji akan bertempur sampai akhir dan tidak akan meninggalkan Libya.

Sedikitnya 1400 orang tewas dalam 24 jam pertempuran terakhir. Pertempuran paling sengit terjadi di pinggiran kota Tripoli, minggu kemarin (21/8).

Sekjend NATO, Anders Fogh Rasmussen, ketika berbicara di Brussel, menegaskan bahwa kekuasaan 42 tahun Muammar Khadafi telah runtuh. Ia juga menyerukan kepada seluruh pendukung Khadafi dan suku-suku di Libya untuk segera menyerah dan menghindari pertumpahan darah.

Perdana Menteri Inggris David Cameron, yang negerinya barusaja diluluhlantakkan oleh kemarahan rakyat miskin, mengatakan bahwa situasi di Tripoli menunjukkan akhir dari kekuasaan Khadafi.

Di Paris, Perancis, Presiden Nicholas Sarkozy juga tidak dapat menutupi kesan kegembiraannya atas berita kemenangan ini. Dia mengatakan, “kemenangan pemberontak sudah tidak diragukan lagi.”

Sementara itu, dukungan terhadap Khadafi terus disampaikan oleh Presiden Venezuela, Hugo Chavez. Chavez mengecam kekuatan barat yang telah menghancurkan Tripoli dengan bom. Ia juga mengajak seluruh kekuatan anti-imperialis di seluruh dunia untuk berdoa demi kemenangan rakyat Libya.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut