Mahasiswa Surabaya Peringati Hari Pahlawan

Puluhan aktivis Laskar Mahasiswa Republik Indonesia (LAMRI) menggelar aksi di jalan Gubernur Suryo Surabaya, Jawa Timur, Kamis (10/11). Mahasiswa mengumandangkan seruan Bung Karno bahwa “Revolusi Belum Selesai”.

“Peringatan hari Pahlawan 10 November jangan hanya sekedar sebuah ceremony atau perayaan semu belaka. Tapi kita harus merefleksikan semangat dan tekad perjuangan melawan segala bentuk penjajahan,” ujar Wildan Nugraha, jurubicara dari LAMRI.

Menurutnya, pada saat pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, yang banyak menjadi korban adalah rakyat jelata. Di antara mereka adalah tukang becak, bakul bakso, bakul tahu, tukang rombengan, dan rakyat jelata lainnya yang tidak pernah tercatat namanya dalam buku sejarah dan tidak terbaring di makam-makam pahlawan. “

“Mereka rela jadi tulang-belulang demi sebuah tekad: Indonesia Merdeka,” ujar Wildan Nugraha.

Akan tetapi, kata Wildan, setelah 66 tahun Indonesia merdeka, yang namanya rakyat jelata tidak pernah menikmati kemerdekaan. “Kemiskinan semakin meningkat, korupsi merajalela, biaya pendidikan yang semakin menjulang tinggi, banyak terjadi penggusuran tanah rakyat, PHK buruh marak, dan berbagai aset kekayaan alam Indonesia di kuasai oleh korporasi asing,” ungkapnya.

Itulah mengapa LAMRI menganggap revolusi belum selesai. Dan, karena itu, LAMRI mengajak seluruh lapisan rakyat untuk memperjuangkan kemerdekaan sejati.

Dalam aksinya, para aktivis membagikan ratusan bendera merah-putih kepada masyarakat pengguna jalan. Mereka juga menggelar aksi teatrikal untuk menggambarkan semangat kepahlawanan dalam pertempuran 10 November 1945.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut