Lanjutkan Proyek Reklamasi, BEM UI Kecam Menko Kemaritiman

Seratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia menggelar aksi damai di depan kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta Pusat, Selasa (13/9/2016).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa melibatkan sejumlah nelayan dari Teluk Jakarta. Mereka membentangkan jaring, menggelar replika kapal nelayan dan membentangkan poster-poster menolak reklamasi.

“Beliau (Luhut) kan sudah statement banyak di media akan melanjutkan proses reklamasi di Pulau G. Ini menurut kami hal yang tidak bisa diterima karena banyak hal yang ditabrak di sini,” kata Ketua BEM UI, Arya Ardiansyah.

Arya membeberkan tiga alasan untuk menentang proyek tersebut. Yang pertama, proyek reklamasi menabrak putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang mengabulkan gugatan nelayan atas Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Nomor 2.238 Tahun 2014 tentang Pemberian Izin reklamasi Pulau G di Teluk Jakarta.

“Gugatan di PTUN itu telah dimenangkan oleh rakyat, artinya di situ ada penangguhan dan harus dihentikan. Di situ kan sudah ada banyak pertimbangan, aspek lingkungan, aspek hukum, dan segalanya,” kata Arya.

Disamping itu, lanjut dia, berlanjutnya proyek reklamasi akan melangkahi proses moratorium oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang mewajibkan pengembang untuk melakukan analisis dampak lingkungan untuk memperbaiki izin lingkungan.

Yang kedua, kata Arya, proyek reklamasi tersebut akan mematikan pendapatan dan nasib nelayan di pesisir pantai utara Jakarta.

“Kebijakan satu arah ini jelas tidak memperhatikan dampak yang ditimbulkan untuk kehidupan nelayan. Hal ini dapat dilihat dari dilanjutkannya proyek reklamasi yang berada di wilayah tangkap nelayan,” paparnya.

Yang ketiga, ujar Arya, proyek reklamasi akan merusak lingkungan, khususnya ekosistem laut teluk Jakarta. Selain itu, Arya menilai pemerintah abai dan tidak terbuka dengan analisis dampak lingkungan proyek reklamasi.

Dalam aksi itu, perwakilan BEM UI sempat berdialog dengan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan. Mereka menyampaikan sikap penolakan terhadap proyek reklamasi Teluk Jakarta.

Muhammad Idris

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut