Lagi, Pedagang Asongan Dilarang Jualan

Di tengah gegap gempita kaum perempuan Indonesia merayakan Hari Perempuan Se-Dunia, Ibu-ibu pedagang asongan di pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar justru mendapatkan perlakuan kasar.

“Kami dilarang berdagang di sekitar areal pelabuhan,” ujar Daeng Cimang, seorang ibu berusia 39 tahun yang menggantungkan hidup keluarganya dari penghasilan sebagai asongan di sekitar pelabuhan.

Kejadian ini berlangsung saat Daeng Cimang berusaha menjajakan dagangannya di sekitar pelabuhan, tetapi tiba-tiba dilarang secara kasar oleh seorang petugas Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal).

Adu muluk pun tak terhindarkan. Anggota Pomal mengeluarkan kata-kata ancaman kepada para pedagang, yang sebagian besar diantara mereka adalah ibu-ibu.

Pihak Pomal berasalan bahwa keberadaan pedagang asongan akan mengganggu hilir-mudik penumpang untuk masuk dan keluar pelabuhan, kotor, dan menciptakan pemandangan yang tidak enak di mata.

Namun para pedagang mengaku sudah mengantongi ijin dari pihak DPRD kota Makassar dan juga pihak pengelola pelabuhan. “Kami berjualan di sana karena sudah mendapatkan ijin itu,” katanya.

Ijin itu didapatkan melalui rapat dengar pendapat antara pedagang dengan pihak DPRD dan pengelola pelabuhan. “Kesepakatan itu mengijinkan pedagang berjualan di tempat-tempat yang disediakan pengelola.”

Menurut Daeng Cimang, para pedagang juga sering melakukan bersih-bersih di kawasan pelabuhan, bahkan memungut dan menyapu setiap sampah yang ditinggalkan oleh para penumpang.

“Kami sangat tertib. Kami tidak membiarkan sampah-sampah itu bergeletakan begitu saja. Kami membersihkannya secara gotong-royong,” katanya.

Menanggapi pelarangan berdagang ini, Firdauz dari Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), organisasi yang mendampingi dan membela kepentingan para pedagang, mengaku akan mempersoalkan pelarangan itu dan akan membawa bukti ijin berdagang itu kepada pihak terkait.

“Kami akan tetap mengusahakan agar pedagang tetap berjualan. Kami akan membawa bukti ijin berdagang itu untuk menguatkan alasan pedagang,” tegasnya.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut