KPK Jangan Lupakan Kasus Bank Century Dan BLBI!

Century.jpg

Awal Oktober lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar, terkait kasus suap sengketa Pilkada Gunung Mas.

Keberhasilan KPK itu dianggap sukses besar. Apalagi, sebelumnya KPK sudah mengungkap kasus korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat tinggi negara dan parpol, seperti kasus Hambalang (Andi Mallarangen dan Anas Urbaningrum), kasus suap impor daging (Luthfi Hasan Ishaaq), kasus suap di SKK Migas (Rudi Rubiandini).

Namun, sukses KPK itu dianggap belum memuaskan. Staff Deputi Politik Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (KPP-PRD), Alif Kamal, mengatakan KPK jangan melupakan dua kasus besar yang belum tuntas hingga saat ini, yakni kasus BLBI dan skandal Bank Century.

Menurut Alif, dua kasus tersebut tidak bisa dianggap remeh. Pertama, kasus tersebut menyebabkan kerugian negara dalam jumlah besar. Kedua, pihak terduga dalam kasus tersebut melibatkan pejabat tinggi negara.

“Dalam kasus Century, ada pejabat tinggi istana yang diduga terlibat, yakni Wapres Boediono. Selain itu, mantan Menkeu kesayangan SBY, yakni Sri Mulyani, juga diduga terlibat,” kata Alif.

Alif mengungkapkan, jalan untuk mengungkap skandal Bank Century sebetulnya sudah memperlihatkan titik terang. Ia mengutip pernyataan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, tanggal 2 Oktober 2013 lalu, bahwa pihak yang paling berwenang menetapkan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik dan memberi dana talangan adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia Boediono ketika itu.

“Artinya, KPK sudah dasar untuk segera memanggil Wapres Boediono dan mantan Menkeu Sri Mulyani. Tetapi sampai sekarang belum dilakukan,” tegasnya.

Menurut Alif, urgensi KPK mengungkap kasus Century punya makna politis, yakni menghindari kesan KPK melakukan tebang pilih dan cenderung dijadikan alat politik istana.

“Ini kan ada kesan KPK susah sekali mengungkap BLBI dan Century. Hanya karena dalam dua kasus itu ada nama yang sama, yakni Boedino, yang tak lain adalah Wapres saat ini. Selain itu ada lontaran isu bahwa kasus Century itu untuk pembiayaan pemilu SBY-Boediono. Ini harus di-clear-kan,” ujar Alif.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut