Koperasi Bisa Jadi Senjatanya Kaum Miskin

Gempuran neoliberal kian membuat rakyat Indonesia, khususnya kaum miskin, makin terjerembab dalam kesulitan hidup. Mereka pusing tujuh keliling hanya untuk memikirkan apa yang bisa dimakan hari ini.

Merespon persoalan itu, Ketua Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Sumatera Selatan, Eka Syahruddin, mengajak kaum miskin untuk mulai mengorganisasikan koperasi di tempat masing-masing.

Menurut Eka, koperasi itu mengajarkan kepada rakyat untuk saling bekerja sama dan self-help. Dengan kerjasama dan self help, ujar Eka, rakyat miskin bisa menyusun kekuatan ekonomi secara bermartabat.

“Kita harus mendorong rakyat bisa berproduksi secara kolektif. Di situ modal mereka disatukan dan diorganisasikan. Mereka juga menyelenggarakan proses produksi dan distribusi secara kolektif,” tegas Eka saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk “Bangun Koperasi, laksanakan Pasal 33 UUD 1945”, Senin (8/10).

Diskusi ini digelar di kampung 5 Ulu Darat Palembang. Hadir sebagai pembicara: Ketua SRMI Sumsel dan Dinas Koperasi dan UKM Kota Palembang. Kegiatan ini sengaja diorganisir oleh SRMI untuk memperluas pemahaman rakyat mengenai perlunya membangun usaha bersama dalam kerangka melawan imperialisme.

Yazuli, yang mewakili Dinas Koperasi dan UKM kota Palembang, mengatakan, misi pokok pembangunan ekonomi nasional saat ini adalah ekonomi kerakyatan. Salah satu bentuk konkretnya adalah penguatan koperasi.

Yazuli menjelaskan, salah satu program pemerintah saat ini dalam pengembangan koperasi adalah Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Hal yang ingin dituju dari program ini adalah peningkatan kesejahteraan rakyat.

Seorang peserta diskusi menyampaikan keluhan. Katanya, salah satu hambatan pembangunan koperasi adalah ketiadaan modal. Karenanya, ia berharap agar Dinas Koperasi dan UKM juga bisa menyuntikkan modal ke rakyat dalam rangka mengorganisasikan koperasi.

 Fuad Kurniawan

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut