Konsultasi Rakyat Untuk Menjatuhkan Kepala Desa Yang Korup

Ratusan warga desa Tanjung Medang, Muara Enim, Sumatera Selatan, berkumpul untuk menggelar referendum guna menarik mandat sang kepala desa, Awaluddin.

Referendum ini mempertanyakan sikap rakyat Tanjung Medang terkait dua hal, yaitu, pertama, soal penolakan terhadap kepentingan asing dalam menguasai perekonomian Indonesia, dan kedua, mencabut mandat kepala desa.

Ketua Partai Rakyat Demokratik Sumsel Eka Subakti menegaskan bahwa penggunaan referendum ini merupakan cara paling demokratis untuk mengakhiri mandat seorang kepala desa yang korup dan mendukung perampasan tanah ulayak.

“Selama ini kepala desa telah menjual tanah ulayak masyarakat tanpa melalui konsultasi dengan masyarakat. Kepala Desa telah menyalah-gunakan kekuasaan yang diperoleh rakyat untuk memperkaya diri sendiri,” ujar Eka Subakti.

Dalam refendum ini, rakyat dengan suara bulat bersepakat untuk mengakhiri mandat yang pernah diberikan kepada sang kepala desa. Nantinya, hasil referendum ini akan disampaikan kepada Bupati Muara Enim, supaya segera mengeluarkan surat legitimasi terkait pemecatan kepala desa tersebut oleh rakyat.

Refendum ini disaksikan langsung oleh organisasi-organisasi rakyat di Sumatera Selatan, seperti Partai Rakyat Demokratik, Serikar Rakyat Miskin Indonesia, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi, dan PB FRABAM.

“Rakyat punya kekuasaan”

Busro, petani Tanjung Medang yang berusia 35 tahun, mengaku sangat senang dengan penggunaan cara refendum ini, karena akhirnya rakyat punya kekuatan dan kekuasaan untuk mengakhiri kekuasaan kepala desa yang korup.

“Kami baru menyadari bahwa kaum tani pun punya kekuatan dan sekaligus bisa menunjukkan kekuasaannya. Selama ini kami sangat lama dibodohi dan ditipu oleh kekuasaan yang dijalankan oleh segelintir orang, dan itupun baru disadari setelah tanah kami tiba-tiba beralih ke tangan pengusaha tanpa sepengetahuan dan persetujuan kami,” katanya kepada Berdikari Online.

Busro menambahkan, selama ini masyarakat sangat sulit untuk memecat kekuasaan kepala desa yang korup ini, karena birokrasi pemerintahan yang ada di atasnya selalu memberikan perlindungan dan mengirimkan polisi untuk menindas rakyat.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut