Konsolidasi Pergerakan Sepakat Perkuat Persatuan Dan Tegaskan SBY-Budiono Gagal

Dalam sebuah pertemuan yang digelar siang tadi (18/10) di markas Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di Jl. Sam Ratulangi, Jakarta, belasan organisasi pergerakan sepakat untuk memperkuat persatuan dan menyatakan bahwa SBY-Budiono telah gagal memimpin bangsa ini.

Penilaian ini didasarkan pada kenyataan bahwa pemerintahan SBY-Budiono tunduk terhadap penjajahan asing, mengukuhkan praktek demokrasi liberal yang justru menyingkirkan peran rakyat, tidak mampu mengendalikan kenaikan harga, dan terbukti tidak sungguh-sungguh memerangi koruptor.

Mereka juga bersepakat untuk mengubah nama front tersebut dari Gerakan Kemerdekaan Nasional menjadi Persatuan Oposisi Nasional.

Sejauh ini, organisasi yang terlibat di dalamnya adalah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Muslim – Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Petisi 28, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Partai Rakyat Demokratik (PRD), Relawan Pejuang Demokrasi (Repdem), GR2B dan Gapura.

Faisal dari Repdem Jakarta membuka diskusi dengan memperingatkan agar jangan sampai terkesan bahwa SBY-Budiono baru 1 tahun berkuasa, karena sesungguhnya mereka telah memerintah lebih lama dari itu dan adalah bagian dari rejim sebelumnya yang telah gagal.

Selain mempersiapkan aksi menyambut 1 tahun SBY pada 20 Oktober ini, mereka juga menyatakan tekad untuk menjadikan front ini berkelanjutan.

“Yang penting adalah aksi tanggal 20 ini kita jadikan titik untuk menyolidkan front” ujar Zain dari IMM, yang terpilih menjadi Koordinator Lapangan saat aksi nanti.

Ketua IMM, Ton Abdillah, mengusulkan untuk membentuk semacam Majelis yang akan mengambil keputusan dan Badan Pekerja yang akan melakukan kerja-kerja hingga ke daerah-daerah.

Ini antara lain berfungsi sebagai mekanisme demokratis yang diharapkan dapat mencegah tindakan yang tidak demokratis dan kontraproduktif terhadap persatuan gerakan.

Komentar ini antara lain mengacu pada kericuhan saat diskusi 1 tahun SBY di markas IMM pada Rabu (13/10) lalu, yang dilakukan oleh kelompok yang sebelumnya dilibatkan dalam front ini, Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional (PEMBEBASAN).

Namun gangguan yang cukup mengagetkan ini terbukti tidak mampu membendung tekad kelompok pergerakan untuk terus membangun persatuan dan turun ke jalan pada tanggal 20 Oktober ini.

Pada aksi nanti, Persatuan Oposisi Nasional akan meluncurkan sebuah petisi yang menjelaskan berbagai kegagalan pemerintahan SBY-Budiono.

Petisi ini kemudian akan disebar-luaskan dan dijelaskan kepada rakyat untuk menggalang dukungan dan tandatangan mereka. (Db)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Joko Surabaya

    Saatnya generasi rajawali bangkit menciptakan revolusi utk perbaikan negeri ini. Bagaimana jalan/caranya…?
    Ga usah terlalu mengandalkan pikiran tapi dgn niat dan mendengarkan suara hati nurani nanti cara/jalannya akan terbuka sendiri….

  • Joko Surabaya

    Saatnya generasi rajawali bangkit menciptakan revolusi utk perbaikan negeri ini. Bagaimana jalan/caranya…?
    Ga usah terlalu mengandalkan pikiran tapi dgn niat dan mendengarkan suara hati nurani nanti cara/jalannya akan terbuka sendiri….

  • rifal marxis

    generasi yang baik adalah generasi yang mampu melawan kebijakan neolib yang kurop dan tidak profesional. rakyat sudah saatnya bergerak untuk menentukan arah bangsa kedepan di bantu oleh pelopor bangsa (mahasiswa)
    .