Ketika Presiden Dianggap ‘Tak Punya Hati’

Jumat (16/3/2012) malam, 20-an anggota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) bergegas ke depan Gedung Grahadi Surabaya. Di depan gedung yang sangat bersejarah itu, aktivis LMND menggelar “renungan malam”.

“Renungan malam” ini diwarnai dengan orasi politik, pembacaan puisi, akustik lagu perjuangan dan aksi teatrikal. “Ini adalah upaya menarik partisipasi rakyat dalam gerakan penolakan kenaikan harga BBM,” kata Ketua LMND Surabaya, Janes Kasihiuw.

Dalam aksi teatrikalnya, LMND menggambarkan kenaikan harga BBM sebagai kebijakan yang tak punya empati terhadap rakyat. “Ini kebijakan yang sudah tidak punya empati terhadap rakyat. Presiden seakan SBY sudah tak punya hati,” kata Janes Kasihiuw .

Menurut Janes, kenaikan harga BBM akan berdampak pada kehidupan rakyat, seperti kenaikan harga barang kebutuhan pokok, kenaikan tariff angkutan, PHK massal, dan kenaikan biaya produksi untuk usaha kecil.

“Seharusnya pemerintah memikirkan strategi agar harga BBM tetap murah. Jika harga BBM murah, maka ekonomi rakyat juga bisa terbantu,” ungkapnya.

Dalam pernyataan sikapnya, LMND Surabaya mengajukan tiga tuntutan pokok, yaitu  tolak kenaikan harga BBM, tolak segala bentuk kompensasi sebagai penyogokan terhadap rakyat, cabut UU No. 22 tahun 2001 tentang Migas, dan laksanakan pasal 33 UUD 1945 secara konsisten.

KAMARUDDIN KOTO

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut