Republik Yang Hanya Berumur 76 Hari

The Republic of Užice

Sutradara: Žika Mitrović
Penulis cerita: Ana Marija Car, Arsen Diklić, dan Žika Mitrović
Pemain: Boris Buzančić, Božidarka Frajt, Rade Šerbedžija, Neda Arnerić, dan Pere Prličko
Tahun Produksi: 1974
Durasi: 170 menit

Di situs web video sharing, Youtube, saya menemukan film jadul berjudul “The Republic of Užice” (Republik Uzicka). Meski agak jadul, tetapi film ini sangat menarik dan sangat layak untuk ditonton kembali.

Secara garis besarnya, film ini menceritakan perjuangan “partisan Yuguslavia” dalam mengusir pendudukan fasis. Uzicka adalah sebuah kota di bagian barat Serbia. Kota ini merupakan kota pertama yang dibebaskan oleh kaum partisan dari pendudukan fasisme Jerman.

Pada bulan April 1941, Jerman menginvasi Yugoslavia dengan kekuatan penuh: serangan darat dan udara. Banyak pemimpin politik dan militer Yugoslavia memilih berkapitulasi dengan Jerman. Sedangkan pangeran Yugoslavia, Peter II Karađorđević, memilih melarikan diri ke Inggris.

Josip Broz Tito, Sekretaris Jenderal Partai Komunis Yugoslavia saat itu, menyerukan perlawanan terhadap pendudukan fasis. Ia mengeluarkan famplet agar rakyat membentuk “partisan” di kota-kota dan desa-desa. Slogan partisan: “Death to Fascism, Freedom to the People!

Tito mengumumkan pemberontakan bersenjata pertama pada 4 Juli 1941—disebut “Hari Perjuangan”. Sejak itu, partisan di bentuk di seluruh negeri dan melakukan perlawanan secara gerilya. Sasaran mereka: jembatan, jalan, instalasi militer, pabrik, dan lain-lain.

Diceritakan di film itu tentang Bora, seorang aktivis komunis, yang mendirikan gerakan perlawanan anti-fasis di sebuah desa di dekat Uzicka. Ia mengajak seluruh penduduk kota, dari pekerja hingga anak-anak sekolah, seluruh patriot negeri yang tidak setuju dengan pendudukan fasis, untuk mengangkat senjata.

Pero, seorang tukang roti yang sudah tua, juga terpanggil dalam perjuangan ini. Dacha, seorang pelajar belia, tak mau ketinggalan memanggul senjata untuk mempertahankan negerinya dari serbuan Fasis.

Serangan pertama kaum fasis terhadap basis Bora berhasil dipatahkan. Dukungan rakyat terhadap Partisan pun mengalir. Satu persatu desa dan kota dibebaskan oleh partisan. Namun, sesuai dengan pemikiran Tito, partisan harus punya “daerah basis yang kuat”. Karenanya, Tito memutuskan untuk mengkonsentrasikan kekuatan guna membebaskan Uzicka.

Uzicka berhasil dibebaskan. Di sinilah partisan membangun pemerintahan pertama: Republik Uzicka. Pemerintahan dijalankan oleh rakyat. Menariknya, seperti diperlihatkan di film ini, sistem swakelola dalam pabrik (self-management)—seperti dianut oleh sosialis Yugoslavia—sudah dikenal sejak di Republik Uzicka. Rupanya, sistem itu adalah hasil pengalaman langsung komunis Yugoslavia di masa sulit melawan fasisme.

Tetapi Jerman tidak tinggal diam. Jerman bersama kolaborator domestiknya mempersiapkan serangan balik. Oleh karena itu, guna menghalau serangan Jerman dan kolaboratornya, Tito berusaha merangkul kekuatan-kekuatan lain. Salah satunya adalah kelompok Cetnici (Chetniks), sebuah kelompok bersenjata yang dibangun oleh nasionalis Serbia dan paramiliter pendukung monarki.

Cetnici sangat reaksioner dan anti-komunis. Mereka mewakili kepentingan kaum borjuis Serbia dan monarki Yugoslavia (pangeran Peter). Tito pun mewakili partisan mengajukan kerjasama dengan Cetnici. Akan tetapi, dari sekian banyak proposal yang diajukan Tito, pemimpin Draža Mihailović—yang dibelakangnya kepentingan borjuis dan monarki Yugoslavia—menolak proposal itu.

Ironisnya, Cetnici bersedia berunding dengan dua ketentuan yang merugikan partisan: pembagian rampasan perang dan kewajiban partisan menyerahkan sebagian senjata hasil produksi pabriknya kepada cetnik. Tuntutan itu jelas sangat merugikan. Tetapi Tito menyetujui proposal itu demi memperluas dukungan melawan Fasisme dan kolaboratornya.

Pada kenyataannya, Cetnici lebih loyal kepada fasisme. Bahkan, Cetnici berkolaborasi dengan fasis Jerman untuk menyerang kaum partisan di Uzicka. Serangan pertama Cetnik berhasil dipatahkan. Cetniki melakukan teror terhadap rakyat, khususnya pendukung partisan dan kaum non-serbia. Lebih licik lagi, banyak kemenangan pasukan partisan diklaim sebagai kemenangan heroik kaum Cetnik dan nasionalis Serbia oleh pangeran Peter di Inggris.

November 1941, Cetniki—yang didukung Jerman—terus melancarkan serangan terhadap partisan. Lalu, akhir tahun 1941, sebuah serangan gabungan antara Jerman dan Cetniki berhasil merebut kembali kota itu. Republik Uzicka hanya berusia 76 hari. Kaum partisan pun harus keluar dari kota itu dan menyingkir ke Bosnia.

Selain tentang heroisme, film garapan Žika Mitrović juga dibumbui percintaan antara Bora dan Nada, seorang guru yang juga anggota partisan. Nada, yang akhirnya menjadi istri dari Bora, gugur saat memimpin demonstrasi kaum perempuan menentang fasisme Jerman.

Kisah mengharukan lainnya adalah Pero, si tukang roti, dengan seorang anak kecil yatim-piatu. Anak itu hidup seorang diri dan sering kelaparan. Pero, yang bersimpati pada anak itu, mengajarinya cara membuat roti. Dengan begitu, dalam benak Pero, anak ini tidak akan pernah kelaparan lagi. Pero, bersama dengan banyak partisan lainnya, termasuk Bora, gugur dalam pertempuran mempertahankan kota Uzicka.

Meski dibuat pada tahun 1974, tetapi teknik pengambilan gambar film ini sangat bagus. Penggambaran pertempuran juga cukup hidup. Pantas, jika film ini meraih dua penghargaan Golden Arena di festival film Pula.

Kusno

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut