Kenaikan Harga BBM Di Bolivia

Pemerintahan Evo Morales menyatakan akan tetap mempertahankan keputusannya memotong subsidi BBM, meskipun terus mendapat perlawanan dari para sopir bus.

Harga bensin dan diesel telah melonjak 70% karena subsidinya dicabut oleh pemerintah pada hari Minggu lalu.

Akan tetapi, pemerintahan sosialis (MAS) ini tetap mensubsidi kebutuhan gas untuk rumah tangga dan kendaraan.

Sementara harga untuk pelayanan kebutuhan dasar, air, listrik, dan layanan telepon masih dibekukan untuk sementara, mengingat para pekerja sektor publik menginginkan kenaikan gaji di atas inflasi.

Namun para sopir truk telah keluar dan melakukan pemogokan tanpa batas.

Pemimpin dari Konfederasi Sopir Bolivia Franklin Duran mengklaim bahwa kenaikan harga tidak hanya mempengaruhi sektor transportasi, tetapi juga memukul seluruh rakyat secara umum, karena harga-harga semuanya naik.

Pemerintahan MAS berusaha menyakinkan bahwa kenaikan harga diperlukan untuk menghentikan penyelundupan BBM bersubsidi keluar ke negara berkembang lainnya.

Wakil Presiden Bolivia, Alvaro Garcia Linera, mengatakan: “Kami tidak bisa merendahkan harga di sini sementara di luar sangat tinggi karena hal itu akan menyebabkan bensin dan solar akan mengalir keluar seperi aliran sungai. Kami sudah berusaha melindungi dari penyelundupan. Kami telah mengerahkan angkatan bersenjata…kami telah melakukan semua itu, tetapi tetap tidak mungkin.”

Linera juga menekankan bahwa “model pembangunan kami butuh dilindungi–kami ingin terus tumbuh dan berinvestasi, tetapi kami tidak bisa membiarkan terus pendarahan.”

Pemerintah tetap memihak rakyat

Sementara itu, Presiden Evo Morales menjelaskan kepada harian resmi Kuba, Prensa Latina, bahwa pemerintahannya tetap bertekad melanjutkan program yang telah ditetapkan oleh orang-orang yang memilihnya, yaitu untuk melayani negerinya dan bukan mengambil keuntungan dari kekuasannya, atau melayani pihak lain.

Morales mengatakan, mandat rakyat adalah melindungi sumber daya alam dan ekonomi negara, dan tidak memberikan uang kepada negara lain, sebagaimana yang terjadi dalam kasus subsidi BBM.

Morales kembali mengingatkan bahwa tujuan penghapusan subsidi ini adalah untuk menyamakan harga BBM di Venezuela dan dunia, sehingga dapat memerangi penyelundupan dan melindungi perekonomian nasional.

Dia juga menyakinkan bahwa langkah ini bukan dimaksudkan untuk mengumpulkan uang guna membayar gaji tambahan (THR) pada saat natal, melainkan untuk melindungi sumber daya dan kemudian diinvestasikan kembali pada program pembangunan sosial negara, seperti sistim irigasi di daerah yang memproduksi makanan.

“Nasionalisasi hidro-karbon telah memungkinkan pemulihan aset dan keuntungan yang kemudian diinvestasikan dalam pembangunan nasional. Sebagai hasilnya, perekonomian telah meningkat, dan pada tahun ini, negara mencetak surplus lima kali lipat,” kata Evo Morales. (Diambil dari berbagai sumber)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
Tags: