Kaum Tani Berkaos Merah Berbaris Menuntut Modal Dan Teknologi

Seratusan petani dengan mengenakan kaos merah berbaris menuju Kantor Bupati Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, untuk menuntut pemberian modal dan teknologi untuk menunjang pertanian (29/12).

Para petani berasal dari beberapa basis Serikat Tani Nasional (STN) dan kelompok tani jaringan STN di kabupaten Lombok Timur, yaitu desa sekaroh, sukaraja, dan Peripan Krumut.

Koordinator umum aksi ini, Marnin, yang juga ketua STN Lombok Timur, mengajak para petani berbaris bersama untuk memperjuangkan kebutuhan-kebutuhannya seperti pupuk, modal, dan teknologi.

Saat melintas di depan Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Lombok Timur, massa sempat berhenti untuk menyampaikan orasi dan sejumlah tuntutan. Seorang petani, Amag Muhrim, mendesak pihak DKP menyediakan bibit ikan untuk mengisi waduk buatan para petani.

Di depan Dinas Kehutanan dan Perkebunan, massa kembali berhenti dan menyampaikan sejumlah tuntutan, diantaranya soal penyelesaian kasus warga desa Sekaroh dan soal dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) tahun 2011.

Kantor selanjutnya yang disinggahi kaum tani adalah Dinas Peternakan, dimana para petani mempertanyakan soal pembagian dana Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) kepada kelompok tani.

Setelah menyinggahi banyak kantor, barisan petani ini akhirnya tiba di sasaran aksi yang paling utama, yaitu Kantor Bupati Lombok Timur. Di tempat ini para aktivis STN menyampaikan orasi secara bergantian.

Pihak petani meminta agar diperbolehkan mengirimkan perwakilan untuk menemui Bupati Lombok Timur. Tuntutan tersebut dipenuhi, dan disepakati bahwa petani bisa mengirimkan 10 orang perwakilan untuk berdialog dengan Bupati.

Para petani sempat dibuat marah karena harus menunggu selama 30 menit hingga para pejabat terkait tiba di ruang rapat. Meski begitu, pertemuan antara perwakilan petani dan perwakilan instansi terkait menghasilkan beberapa kesepakatan, diantaranya, semua instansi terkait akan turun langsung melihat keadaan gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan memberikan assesment terkait dana PUAP.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • imajiner kanov

    terus bergerak kita siap untuk buat aksi budaya soal sektor tani!!