Protes Surat Edaran Dishub, PKL hingga Sopir Bus Demo di Balai Kota Jakarta

Seratusan warga yang sehari-hari bekerja sebagai penjual tiket, pedagang kaki lima dan pengamen di berbagai terminal tipe B di Jakarta menggelar aksi demonstrasi di depan Balai Kota Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Mereka memprotes Surat Edaran Dinas Perhubungan DKI Jakarta nomor 358/1.1811 tentang tentang Pemindahan Operasional Bus AKAP Jurusan Jawa Tengah dan Timur ke terminal Pulogebang. Akibatnya, semua terminal tipe B di Jakarta dihentikan operasionalnya.

“Banyak orang yang selama ini menggantungkan hidupnya di terminal tipe B seakan turut dicabut sumber-sumber penghidupannya, seperti penjual tiket, pedagang asongan, pengamen, tukang ojek, dan lain-lain,” ujar koordinator Posko Menangkan Pancasila DKI Jakarta, Alkautsar, kepada berdikarionline.com.

Alkautsar menjelaskan, dari riset lapangan yang mereka lakukan, penutupan 9 terminal tipe B di Jakarta menyebabkan 5400-an jiwa kehilangan sumber penghidupan utama.

“Setiap terminal itu rata-rata menyerap sedikitnya 150-an kepala keluarga. Hitungan kami ada 5400-an orang yang terkenda dampak kebijakan ini,” paparnya.

Selain menghilangkan sumber penghidupan ribuan orang, lanjut dia, pengalihan semua bus AKAP dari Jateng dan Jatim ke Pulogebang juga berdampak pada penumpang.

“Calon penumpang harus pindah-pindah angkutan untuk sampai di terminal Pulogebang. Repotnya lagi, kalau penumpang punya banyak barang bawaan,” tuturnya.

Lebih jauh lagi, ungkap Alkautsar, penutupan terminal tipe B justru menciptakan banyak terminal bayangan, seperti di sekitar Roxi dan dekat hotel Borobudur.

Dalam aksi tersebut, mereka mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk segera mencabut SE tersebut. Mereka mendesak agar terminal tipe B kembali difungsikan seperti biasa

Selain itu, massa yang tergabung dalam Posko Menangkan Pancasila DKI Jakarta ini menggelar aksi teatrikal untuk menggambarkan penderitaan yang mereka alami. Selain itu, massa aksi juga menutup mulut mereka dengan lakban hitam.

Karena aspirasi mereka tidak langsung direspon oleh pejabat di Balai Kota, massa aksi sempat bebeberapa kali berusaha menerobos masuk. Akibatnya, terjadi aksi saling dorong antara massa aksi dengan petugas kepolisian.

Menjelang sore hari, beberapa perwakilan massa aksi akhirnya diperbolehkan masuk untuk berdialog dengan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah.

Dari dialog itu, Kadishub DKI Jakarta menjanjikan akan memfasilitasi sebuah pertemuan antara pihak yang dirugikan oleh SE Dishub dan pejabat Kementerian Perhubungan.

Untuk diketahui, Surat Edaran Dishub DKI Jakarta nomor 358/1.1811 itu keluar pada awal tahun 2017. Seturut dengan itu, keluar surat dari surat dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) nomor UM.007/1/14/BPTJ-2017 perihal optimalisasi operasional terminal Pulogebang. Salah satu poinnya, semua terminal tipe B tidak lagi melayani bus AKAP.

Sembilan terminal tipe B yang ditutup itu, yakni Terminal Rawamangun, Rawabuaya, Grogol, Pinang Ranti, Pasar Minggu, Lebak Bulus, Tanjung Priok, dan Pulogadung.

Ade Kowereno

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut