Kembali Ke Tanah Adatnya, Warga SAD Dihadang TNI/Polri

Sejak hari kamis (20/2) lalu, ribuan warga Suku Anak Dalam (SAD) berusaha kembali ke tanah adatnya di desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Batanghari.

Namun, keinginan warga SAD itu dihalangi oleh ratusan pasukan gabungan TNI/Polri yang sudah membuat barikade di jalan masuk menuju lokasi tanah adat.

“Kami sebetulnya ingin kembali ke tanah adat kami. Di tanah ini kami dilahirkan dan dibesarkan, tetapi kenapa TNI dan Polri menghalang-halangi kami,” ujar Ketua adat SAD Bathin Bahar, Kutar Johar.

Menurut Kutar, TNI dan Polri sebagai aparatus keamanan negara seharusnya memihak ke warga SAD. Sebab, pemilik sah tanah adat itu adalah warga SAD, sedangkan PT. Asiatic Persada (AP) hanya merampasnya dengan kekerasan.

Karena dihadang, warga SAD pun sempat terlibat cekcok dengan pasukan TNI/Polri. Namun, karena menghindari bentrokan yang bisa memicu korban, pihak pimpinan SAD memilih menarik mundur warganya.

Mereka kemudian mendirikan tenda di pinggir jalan dusun Sosial I, II, dan Bungku. Sebagian warga SAD juga memilih bertedu di teras rumah warga dusun Sosial.

Berdasarkan pantauan Berdikari Online di lapangan, sejumlah warga mengaku sakit dan kelaparan.

“Logistik kami sudah habis. Kami harus bertani dan berproduksi di tanah kami untuk hidup,” ujar Mohamad Soleh, seorang aktivis Serikat Tani Nasional (STN) yang terlibat di dalam aksi ini.

Hadi Yatullah

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut