Kekerasan Meningkat di Mesir

Semburan peluru senjata api diarahkan kepada demonstran pro-demokrasi di lapangan Tahrir (pembebasan) Kairo, menyebabkan sedikitnya 5 orang tewas dan lebih 800 orang terluka, demikian dilaporkan Televisi Mesir pada hari Kamis.

Aktivis pro-demokrasi, Mustafa el-Naggar, yang berada di lapangan Tahrir, mengatakan bahwa tembaka senjata api datang dari tiga tempat terpisah. Dia mengatakan bahwa tentara masuk ke lapangan dengan menggunakan tank, tetapi tidak melakukan intervensi.

Tembakan senjata api menandai peningkatan ketegangan, yang dimulai pada hari Rabu ketika pendukung presiden Hosni Mubarak mencoba masuk ke dalam lapangan Tahrir–banyak yang mempergunakan kuda dan unta–bentrok dengan aktivis pro-demokrasi yang sudah berkumpul di sana.

Massa dari kedua kubu pun bertempur di lapangan Tahrir, daerah yang menjadi pusat gerakan dan perlawanan selama aksi protes berlangsung. Pendukung Mubarak melemparkan bom molotov dan bom rakitan ke arah demonstran anti-pemerintah, yang mendirikan barikade mengelilingi lapangan.

Rejim Mubarak Menggunakan Tentara dan Polisi berpakaian Sipil

Terkait serangan yang dilakukan oleh apa yang disebut “pendukung Mubarak” sejak hari Rabu hingga hari ini, demonstran dari pihak oposisi menyakini bahwa para pelaku penyerangan merupakan mata-mata dan polisi yang disuruh berpakaian sipil.

Dari tangan seorang pelaku penyerangan yang tertangkap, ditemukan sebuah kartu identitas kepolisian. “Rejim Mubarak telah mengorganisir serangan ini,” kata seorang demonstran.

Ini sangat mirip dengan kejadian 27 Juli 1996 di Indonesia, ketika rejim Soeharto menggunakan tentara dan polisi berkaos partai PDI untuk menyerbu kantor PDI di Jalan Diponegoro.

Jurnalis menjadi target serangan

Para wartawan, baik lokal maupun asing, menjadi target penangkapan otoritas mesir, sedangkan geng pemuda mencari orang-orang yang memakai kamera.

Seorang reporter New York Times dilaporkan ditangkap–atau ditahan dalam perlindungan, menurut versi penjelasan pemerintah.

Beberapa wartawan asing juga melaporkan serangan terhadap diri mereka oleh para pendukung Mubarat di dekat lapangan Tahrir.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
Tags: