Kekerasaan TNI Terhadap Warga SAD Jambi: Satu Petani Tewas, Satu Diculik, Dan 5 Terluka Parah

Penggunaan kekerasan oleh TNI dalam konflik agraria kembali menelan korban. Puji (50 tahun), warga Suku Anak Dalam (SAD), meninggal dunia setelah dipukuli dan disiksa secara beramai-ramai oleh aparat TNI, Brimob, dan Security PT. Asiatic Persada.

Berdasarkan kronologis yang dikirimkan oleh pengurus Serikat Tani Nasional (STN) Jambi, Puji diketahui menghembuskan nafas terakhir pada pukul 23.03 WIB di Rumah Sakit Umum (RSU) Bayangkara Jambi.

“Beliau meninggal dalam keadaan tangan terborgol dan kaki diikat dengan tali. Tak hanya itu, wajahnya penuh luka dan hampir sekujur badannya terdapat bekas siksaan,” kata pengurus STN Jambi, Erwin, kepada Berdikari Online.

Selain korban tewas, kekerasan yang dilakukan oleh TNI, Brimob dan Security PT. Asiatic Persada juga menyebabkan 5 warga SAD lainnya mengalami luka parah. Kelima warga yang terluka itu adalah Khoris Kuris, Dadang, Adi, Ismail, dan Yanto.

Sementara itu, seorang warga bernama Titus diculik oleh gabungan TNI dan Security PT. Asiatic Persada dan hingga sekarang belum diketahui nasibnya.

Kekejadian kekerasan ini bermula dari kabar penangkapan paksa seorang petani bernama Titus oleh pasukan berpakaian TNI dan security PT. Asiatic Persada. Titus kemudian dibawa ke arah perusahaan PT. Asiatic Persada. Kejadian penangkapan paksa terhadap Titus ini disaksikan oleh seorang warga.

Tak lama kemudian, saksi kejadian melaporkan penangkapan paksa itu kepada ratusan warga SAD yang sedang bertahan di bawah tenda-tenda darurat di dusun Trans-Sosial I, dusun Johor Baru, desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Batanghari, yang tidak terlalu jauh dari lokasi perusahaan.

“Kami mendengar kabar itu sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah berembug sebentar, kami memutuskan untuk menuju ke kantor perusahaan untuk bernegosiasi dan mendesak pembebasan kawan Puji,” ujar Erwin.

Jumlah warga SAD yang berangkat ke kantor perusahaan PT. Asiatic Persada berjumlah 50-an orang. Mereka menumpangi kendaraan bermotor dan mobil carry.

Namun, begitu warga tiba di depan kantor perusahaan, seorang warga bernama Khoris Kuris dibacok dengan samurai oleh aparat TNI berpakaian preman. Tak lama kemudian, seorang warga SAD lainnya, Adi, juga mengalami pembacokan.

“Kami sebetulnya mau dialog. Jadi, tidak membawa apapun. Kami tangan kosong. Tapi tiba-tiba TNI langsung menyerang dengan samurai dan selonjor sawit,” ungkap Erwin.

Pada saat kejadian, kata Erwin, pak Puji berusaha untuk mengajak dialog. Tetapi tiba-tiba ia dikeroyok oleh pasukan TNI dan security PT. Asiatic. Pak Puji pun jatuh tersungkur. Tak lama kemudian, Pak Puji diseret masuk ke kantor PT. Asiatic Persada.

Sejurus kemudian, aparat TNI melepaskan tembakan. Awalnya tembakan di arahkan ke atas, kemudian diarahkan ke arah kaki warga. Akibatnya, warga berlarian untuk menyelamatkan diri.

Hingga berita Rabu (5/3) malam, situasi warga SAD yang bertahan di tenda-tenda sangat mencekam. Mereka beberapa kali mendengar suara tembakan. “Sekitar pukul 22.00 WIB, warga mendengar tembakan empat kali. Entah apa maksudnya,” terang Erwin.

Erwin mengatakan, terkait kekerasan oleh TNI dan security PT. Asiatic Persada, ribuan warga SAD berencana menggelar aksi besar-besaran di kota Jambi untuk meminta pertanggung-jawaban pemerintah Provinsi Jambi.

Mahesa Danu

Baca juga artikel ini: Surat Terbuka Warga Suku Anak Dalam (SAD) Jambi untuk Penyelesaian Konflik Agraria

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • purnama

    Sadis,…lawan…gugur satu tumbuhkan seribu energi perlwanan baru

  • Fredych Yap

    Saya belum bisah berkomentar, tdk bsh menilai scra sepihak, biar kita serahkan pd yg berwajib khan ada hukum.

  • supri_kun

    semoga cepat selesai,,,,yg bersalah harus di hukum,,,aparat harusnya jadi pelindung masyarakat,,kalau memang benar keterangannya mereka datang mau berdialog,,,,jangan jadi centeng nya perusahaan donk,,,

  • anak surya

    Kalau. Aparat. Hukum membunuh! artinya ini adalah kegagalan diplomasi .kegagalan pemerintah berdialog kepada rakyatnya. Kegagalan pemerintah memimpin rakyatnya dan aparat melindungi rakyat. Mestinya semua petingginya mundur.dan pembunuhnya dihukum bukan dilindungu!

  • edonk

    Demi ringgit aparat relah membunuh rakyat yg seharusnya mereka lundungin, dasar biadappp”,,

  • Jeffry Werston Simanungkalit

    catatan dibuku merahku.Teriakkan Tegakkan Pasal 33 UUD 1945.

  • eed

    Satu rasa, satu komando. Siap perintah!, kami tunggu arahan dr saudara-saudara kami.

  • Samuel Tobing

    SEGERA.. TUTUP.. P.T. ASIATIC PERSADA..!

  • Abadi Selamanya

    INDONESIA merdeka atau MATI

  • didiminter

    coba baca ini gan

    ANALISIS MENGAPA KONFLIK PT ASIATIK PERSADA DAN SUKU ANAK DALAM 113 TIDAK KUNJUNG SELESAI

    Permasalahan konflik PT. Asiatik Persada dengan Suku Anak Dalam 113 ((Dusun Tanah Menang, Dusun pinang Tinggi dan Dusun Padang Salak) telah memakan waktu yang cukup lama. Berbagai upaya telah dilakukan oleh semua pihak terkait yaitu PT. Asiatik Persada Petani, Lembaga Adat Suku Anak Dalam, Pemerintah Kabupaten Batanghari, Kanwil BPN Propinsi Jambi, Pemerintah Provinsi Jambi, Komnas Ham RI dan TNI dan Polri dalam rangka mengantisapi meluasnya konflik agar tidak terjadi Konflik Sosial yang meluas yang mengarah kepada benturan-benturan fisik yang dapat menyebabkan korban nyawa dan kerugian harta benda dan fasilitas umum lainnya.

    Berbagai upaya telah dilakukan baik melalui rapat-rapat bersama,pertemuan-pertemuan, mediasi sudah berulangkali dilakukan serta telah menghasilkan berbagai kesepakatan-kesepakatan. Namun timbul pertanyaan besar sekarang,
    “Mengapa permasalahan sengketa Lahan antara PT. Asiatik Persada dan Suku Anak Dalam 113 belum juga terselesaikan ?”. “Adakah pihak-pihak yang terkait sengaja, memanfaatkan konflik yang ada untuk kepentingan tertentu, dengan mengatasnamakan memperjuangkan hak-hak SAD ?”

    Untuk menjawab pertanyaaan-pertanyaan tersebut, tidak bisa dijawab dengan bahwa Si A, Si B atau Si C yang bersalah, namun harus dilakukan analisis agar mendapatkan jawaban yang proporsional, sehingga dapat diketahui akar permasalahan secara jelas. Untuk itu analis akan disusun secara sistimeatis, dengan mengedapankan komitment para pihak yang terkait dalam menyelesaikan permasalahan.

    Berdasarkan dari data-data yang ada, bahwa telah dilakukan berbagai upaya melaui rapat-rapat, pertemuan-pertemuan, mediasi yang telah menghasilkan berbagai kesepakatan yaitu :
    a. Kesepakatan Rapat tanggal 26 Maret 2012, diantaranya berbunyi bahwa :
    – BPN RI sesuai kewenangannya akan bekerjasama dengan PT> Asiatik Persada dan Pemerintah Kabupaten Batanghari serta Perwakilan SAD melakukan pengukuran,
    Pemkab Batanghari wajib mengesahkan hasil verifikasi terhadap subyek (penduduk kab. Batanghari) dalam bentuk satuan keluarga.
    b. Kesepakatan Rapat tanggal 4 April 2012, diantaranya berbunyi bahwa penyelesaian tuntutan kelompok SAD 113 dan kelompok lainya tetap mengacu pada Surat Keputusan Mendagri NO. Sk.46/HGU/DA/86 tanggal 1 september 1986 dan Surat Badan Inventarisasi dan tataguna Hutan Dephut tanggal 11 Juli 1987 No. 393/VII-4/1987.
    c. Berita Acara Mediasi Lahan antara masyarakat SAD 113 dengan PT. asiatik Persada pada rapat di Komnas Ham RI di Jakarta tanggal 10 Juli 2012, diantaranya telah menyepakati bahwa akan dilaksanakannya pengukuran ulang atas lahan 3.550 Ha yang terdiri dari perkampungan, perladangan, belukar berdasarkan hasil survey mikro tahun 1987.
    d. Kesepakatan Rapat bersama DPR RI tanggal 1 Agustus 2012, diantaranya berbunyi bahwa pengukuran ulang akan melibatkan semua pihak yang terkait.
    e. Berita Acara pertemuan di Kantor Bappeda Kab. Batanghari antara PT. Asaitik Persada dengan SAD yang dipimpin oleh Lembaga Adat Batanghari dan dihadiri oleh Kakan Kesbangpol, Polres Batanghari, Kadis Perkebunan, Kepala BPN Batanghari Kadis Perindagkop, Kabag Hukum, Kapolsek Bajubang dan management PT. Asiatik tanggal 22 Januari 2014, diantaranya telah menyepakati bahwa :
    – Pihak PT. Asiatik akan menyerahkan areal Kebun seluas 2.000 Ha kepada SAD Empat nenek delapan Puyang,
    – PT. Asaitik akan menyiapkan patok/plat yang akan dipasang di lokasi SAD,
    – Lembaga Adat akan segera memverifikasi data valid SAD,
    – Tim Terpadu akan terlibat langsung dalam pelaksanaan penanganan Konflik. (hasil-hasil keputusan tersebut diatas tidak dituluskan secara utuh).

  • Abadi Selamanya

    Semua karna uang