Ribuan Petani Ogan Ilir Desak Pemprov Sumsel Selesaikan Konflik Agraria

Sedikitnya 1500-an petani dari kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pasal 33 UUD 1945 (GNP 33 UUD 1945), menggelar aksi massa di kantor Gubernur Sumsel, Rabu (5/3/2014).

Dalam aksinya para petani menuntut Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, segera turun tangan menyelesaikan konflik agraria antara petani dengan pihak PTPN VII Unit Cinta Manis.

“Kami menuntut agar tanah kami yang dirampas selama 30-an tahun oleh PTPN VII Cinta Manis segera dikembalikan,” ujar koordinator aksi GNP 33 Sumsel, Galuh Sitoresmi.

Menurut Galuh, kendati sudah dibentuk Tim Terpadu yang melibatkan banyak pihak, tetapi pihak PTPN VII Cinta Manis memperlihatkan itikad tidak mau menyelesaikan persoalan.

Buktinya, kata dia, pihak PTPN VII Cinta Manis terus mempropagandakan CSR (Corporate Social Responsibility), sementara para petani menginginkan pengembalian tanah mereka. “Ini tidak akan mencapai titik temu karena PTPN VII Cinta Manis tidak mau mendengar tuntutan rakyat,” terang Galuh.

Lebih jauh, Galuh mengungkapkan, konflik agraria tidak hanya terjadi di Ogan Ilir, tetapi terjadi di hampir seluruh wilayah di Indonesia. Hal itu, ujar dia, menandakan bahwa pemerintah gagal menjalankan pasal 33 UUD 1945 dan UUPA 1960.

Galuh juga mengeritik sikap pemerintah yang lamban dan malah terkesan membiarkan konflik agraria yang terus terjadi. Padahal, konflik agraria itu telah memakan banyak korban jiwa dan membawa kerugian besar bagi kaum tani. “Gubernur Sumsel harus pro-aktif untuk menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.

Setibanya di kantor Gubernur, massa aksi mulai menggelar mimbar bebas. Mereka mendesak agar Gubernur Sumsel Alex Noerdin keluar menemui dan merespon tuntutan para petani. Sayang, Alex Noerdin tidak kunjung menemui massa.

Massa aksi pun mulai kecewa. Sejumlah petani terlibat adu-mulut dengan aparat kepolisian. Karena itu, untuk menghindari bentrokan yang tidak diperlukan, massa aksi memilih mundur.

“Kalau hari Gubernur mengabaikan, kedepan kami akan datang dengan massa yang lebih besar dan menduduki kantor Gubernur,” ujar Galuh.

GNP 33 UUD 1945 Sumsel merupakan gabungan dari Partai Rakyat Demokratik (PRD), Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Serikat Tani Nasional (STN), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), PB Front Anak Bangsa Menggugat (FRABAM), dan Gerakan Petani Penesak Bersatu (GPPB).

Untuk diketahui, konflik agraria antara petani Ogan Ilir dengan PTPN VII sudah berlangsung sejak tahun 1980-an. Sejak itu, petani Ogan Ilir terus melakukan perlawanan untuk menuntut pengembalian lahan mereka yang dicaplok oleh PTPN VII.

Kemudian, pada 10 November lalu, puluhan petani Ogan Ilir menggelar aksi jalan kaki ke Jakarta. Mereka mewakili 6000 kepala keluarga dari 22 desa di Kabupaten Ogan Ilir yang menjadi korban dari konflik agraria.

Melalui aksi jalan kaki itu para petani menuntut PTPN VII segera mengembalikan lahan milik petani seluas 13.000 ha. Para petani juga menuntut pemerintah segera menjalankan amanat pasal 33 UUD 1945 dan UUPA 1960.

Zul Apri

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut