Kecam Penangkapan Aktivis dan Petani, Mahasiswa Baring Di Tengah Jalan

Selasa, 8 Juni 2010 | 17.47 WIB | Kabar Rakyat

KENDARI, Berdikari Online: Kecaman terhadap penangkapan aktivis dan petani Telaga Raya, Buton, terus meluas. Sedikitnya 40-an aktivis mahasiswa di Kendari, Selasa (8/7) melakukan aksi solidaritas di Kantor DPRD Sultra.

Dalam aksi itu para mahasiswa membaringkan diri di tengah jalan, sebagai bentuk protes atas represifitas kepolisian dalam menangkapi aktivis dan petani di Telaga Raya bulan April lalu. Mahasiswa juga berusaha membakar ban, namun berhasil dihentikan oleh polisi.

Menurut Alif, pimpinan aksi ini, penangkapan terhadap aktivis dan petani Telaga Raya jelas melanggar Hak Azasi Manusia, sebab para petani hanya menuntut ganti rugi atas lahan mereka yang dicaplok oleh PT. Arga Morini Indah (AMI).

Pihaknya menuding Pemda Buton dan Polres Bau-bau telah diperalat oleh pihak perusahaan, terutama sebagai alat penekan terkait protes warga. “Di sini, Polisi dan Pemda tidak berpihak mengayomi rakyat, tetapi justru mengayomi pengusaha,” ujarnya.

Dalam aksi itu, pihak DPRD bersedia menemui dan berdialog dengan mahasiswa. Ketua DPRD Sultra Sultan Harahap menyatakan, pihaknya bersedia memberikan penjaminan untuk penangguhan penahanan para aktivis dan petani Telaga Raya. (Ulf)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut