Kalbar Masih Beli Listrik Dari Malaysia

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Cornelis mengatakan, wilayah Kalbar letaknya sangat strategis yang berbatasan dengan Malaysia dan Laut Cina Selatan.

Namun, dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan berlangsung tahun ini, masih banyak permasalahan di Tanah Borneo ini. Salah satunya adalah soal pasokan listrik.

Hingga saat ini, lanjutnya, Kalbar masih harus membeli listrik dari negeri jiran Malaysia. Karena itu, ia menilai pembangunan yang dicanangkan selama ini tidak merata dan wilayah timur selalu tertinggal.

“Tak muluk-muluk, saya minta pemerintah pusat untuk lebih memperhatikan wilayah kami,” kata Cornelis di depan para gubernur se-Indonesia, di Kantor Bappenas, Jakarta, Senin (11/5).

Cornelis menambahkan, permasalahan kondisi kelistrikan ini memang menjadi PR yang harus diselaikan. Kendati demikian, dirinya dan warga Kalbar pada umumnya mengingingkan pemerintah melalui Bappenas mempunyai keberanian agar dana pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) dialihkan ke provinsinya.

“Paling tidak Bappenas punya keberanian pembangunan jembatan selat sunda, kalau bisa dananya dioper ke Kalbar. Dan pangkalan militer di paloh harus dibangun,” paparnya.

Diakui Cornelis, hal ini penting dilakukan untuk keberlangsungan wilayah diluar Pulau Jawa yang kini pembangunan infrastrukturnya cukup tertinggal. “Karena 100 tahun ke depan kita tidak tahu. Negara mereka bersengketa. Dan kita harus jaga. Minimal kita bikin pangkalan militer seperti di San Diego,” tukasnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Sanggau Kalimantan Barat, Paolus Hadi malah mengaku pesimis 47 daerah perbatasan mampu dialiri listrik pada Agustus mendatang. Pasalnya, banyak daerah perbatasan yang masih kurang infrastruktur. “Nah, rencana memenuhi listrik tentu akan sangat bergantung pada infrastuktur dahulu,” ucapnya.

Di Sanggau misalnya, kata Paulus, hanya tiga kecamatan yang mungkin bisa dialiri listrik. Sisanya, tidak akan mungkin dalam jangka waktu yang dekat. Ia mengatakan “Pemerintah daerah sendiri tengah berusaha untuk meberikan listrik ke daerah perbatasan. Namun, pemda kekurangan dana untuk membangun infrastruktur kelistrikan tersebut.”

“Kami bangun PLTM dari APBD dan PNPM mandiri. Lalu kita bangun tenaga surya juga. Jadi kalau ini bisa terealisasi kita harapkan bisa mewujudkan terang. Saat ini baru 25 sampai 40 kw dari mikro hidro karena demografi di Sanggau sangat jarang,” tutupnya.

Tedi CHO

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut