Israel Bebaskan Feminis Kiri Palestina

Khalida Jarrar, seorang aktivis politik dan feminis kiri Palestina, akhirnya bisa menghirup udara segar. Pasalnya, pada Jumat (3/6/2016), Israel memutuskan mengeluarkan Khalida dari penjara setelah ditahan selama 14 bulan.

Proses pembebasan Khalida berlangsung di pos penjagaan Jabara, yang terletak antara Israel dan Tepi Barat. Khalida langsung dijemput dan disambut puluhan kawan-kawan seperjuangannya.

Sebelumnya, pada April 2015, Khalida ditangkap dirumahnya. Politisi yang juga anggota parlemen Palestina ini dituduh melakukan “penghasutan” melawan Israel.

Tidak hanya itu, perempuan berusia 52 tahun ini juga dituduh sebagai anggota organisasi terlarang, yakni Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP). PFLP adalah partai kiri berhaluan marxis yang sejak tahun 1967 melakukan perlawanan terhadap kolonialisme Israel di Palestina.

Khalida memang anggota PFLP.  Dia juga pernah bekerja di organisasi HAM Palestina, Addameer, yang berkampanye tentang pembebasan tahanan politik Palestina di penjara Israel. Dia juga pernah bekerja di Badan PBB untuk urusan pengungsi Palestina (UNRWA).

Pada akhir Desember 2015 lalu, dia divonis 15 tahun penjara. Dia juga dituntut membayar denda sebesar 2.500 USD. Namun, karena kuatnya tekanan internasional, Israel akhirnya membebaskan Khalida.

“Masih banyak orang yang ditahan, ada 7000-an orang. Termasuk hakim, anggota parlemen, anak-anak, dan orang sakit,” kata Khalida kepada wartawan begitu tiba di rumahnya di Ramallah.

Memang, belakangan ini Israel menarget anggota parlemen Palestina sebagai sasaran penangkapan. Menurut data resmi, saat ini ada 12 anggota parlemen Palestina, atau sering disebut Dewan Legislatif Palestina (PLC), yang ditahan di penjara Israel.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut