Investor Hengkang, BUMN Siap Kelola Blok Masela

Beberapa hari yang lalu, tepatnya 23 Maret 2016, Presiden Joko Widodo memutuskan bahwa kilang pengolahan gas Blok Masela dibangun di darat (onshore).

“Dari kalkulasi, dari perhitungan, dari pertimbangan-pertimbangan yang sudah saya hitung, kami putuskan dibangun di darat,” ujar Jokowi seperti dikutip kompas.com, Rabu (23/3).

Namun, setelah keputusan Presiden tersebut, muncul kekhawatiran bahwa operator Blok Masela, yaitu Inpex dan Shell, akan hengkang. Pasalnya, keputusan Presiden tersebut bertentangan dengan skema yang diajukan oleh operator, yaitu kilang lepas pantai (offshore).

Menepis kekhawatiran itu, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, BUMN siap untuk mengelola Blok Masela jika investor tidak lagi menunjukkan minat untuk melakukan pengelolaan di ladang migas tersebut.

“Kami dari BUMN siap,” kata Rini kepada wartawan saat ditanyai soal tersebut di sela-sela acara gerakan penanaman 10 ribu pohon di Kilometer 59 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Sabtu (26/3).

Rini menuturkan, saat ini pengelolaan Blok Masela di tangan korporasi asing, yakni Inpex dan Sheel. Namun, kata dia, jika investor tidak mau mengikuti keputusan Presiden Joko Widodo tentang onshore, BUMN kita siap menggantikannya.

“Sekarang posisinya masih di investor yang ada sekarang. Kalau memang investor mengatakan dan keputusan Pak Presiden mereka tidak mau, kami siap,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menegaskan, kalau seandainya Inpex benar-benar hengkang, ada banyak pihak lain yang berminat mengelola blok tersebut.

“Kalau (Inpex) mau kabur, wah itu banyak banget yang mengantrenya (untuk masuk Blok Masela,” kata Rizal seperti dikutip katadata.co.id, Kamis (24/3).

Rizal sendiri menyakini Inpex tidak akan hengkang dari blok Masela. Pasalnya,  kontraktor asal Jepang itu telah menghabiskan dana hingga 2 miliar dolar AS untuk melakukan eksplorasi di ladang gas terbesar Indonesia itu.

“Memang ada yang menakut-nakuti kalau Inpex bakal kabur. Ya enggaklah (tidak kabur), mereka kan sudah habiskan 2 miliar dolar AS untuk riset, sudah dapat tambang emas untuk 70 tahun,” ungkap Rizal.

Sementara itu, menanggapi keputusan Presiden, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengaku sudah bertemu dengan Inpex dan Shell selaku kontraktor yang memiliki hak pengelolaan di Blok Masela.

“Inpex dan Shell tidak ada rencana cabut. Jadi akan tetap di Blok Masela,” kata Amien dalam konferensi pers di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Kamis (24/3).

Namun demikian, menurut Amien, Inpex dan Shell saat ini masih butuh waktu menghitung ulang rencana pengembangan dengan skema darat. Tetapi ada kemungkinan Inpex akan meminta insentif untuk menjalankan proyek itu.

Hendri Kurniawan

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid