Jalan Kaki Ke Jakarta, Dua Petani  Jambi Tumbang Di Jalan

Setelah 10 hari berjalan kaki, di bawah kondisi cuaca yang kadang panas terik dan kadang hujan lebat, kondisi fisik petani Jambi yang sedang berjalan kaki menuju Jakarta makin menurun.

Pagi tadi, sekitar pukul 10.00 WIB, Juara Sihombing jatuh pingsan di tengah jalan. Bapak berusia 71 tahun ini sangat kelelahan. Belum lagi, kondisi fisiknya yang sudah tua.

Tak lama kemudian, giliran Rita (45 tahun) juga jatuh pingsan di tengah jalan. Ibu dari dusun Mekar Jaya, kabupaten Sarolangun, Jambi ini langsung digotong oleh kawan-kawannya dan diberi pertolongan medis.

“Kondisi fisik para petani memang sudah sangat kelelahan. Belum lagi, asukan makanan mereka sangat terbatas. Mereka hanya makan nasi dan ikan kering,” ujar koordinator aksi Joko Supriadinata kepada berdikarionline.com, Sabtu (26/3/2016).

Joko mengungkapkan, sebagian besar petani yang menjadi peserta aksi jalan kaki ini terserang penyakit. Paling banyak terserang masuk angin dan demam.

“Itu karena kondisi cuaca yang berubah-ubah. Kadang panas terik dan kadang hujan lebat. Belum lagi kondisi tempat kami menginap itu tidak memakai alas. Jadi, yaa…tidur seadanya,” ungkap Joko.

Namun, kondisi fisik yang merosot tidak membuat langkah petani Jambi surut ke belakang. Mereka menegaskan tidak akan kembali ke kampung halaman sebelum konflik agraria yang melilit mereka diselesaikan oleh Presiden Joko Widodo.

Seperti Suharno, 85 tahun, petani dari dusun Mekar Jaya. Kakek dari 8 cucu ini mengaku tidak akan pulang ke kampung halaman sebelum perjuangannya berhasil.

“Saya tidak pulang kalau tak berhasil. Sampai titik darah penghabisan saya akan berjuang,” kata petani yang hanya mengenakan kaos singlet saat berjalan kaki di bawah terik matahari.

Tekad serupa disampaikan oleh Ibu Tiur, petani dari dusun Mekar Jaya. Petani berusia 56 tahun ini mengaku pantang pulang sebelum perjuangannya tercapai.

“Kami siap mati kelaparan, siap mati dalam perjalanan dalam perjalanan kami demi perjuangan kami, demi tempat tinggal dan lahan,” tegasnya.

Untuk diketahui, petani Jambi berjumlah 500-an orang menggelar aksi jalan kaki menuju Jakarta sejak tanggal 17 Maret lalu. Mereka ingin bertemu Presiden Joko Widodo dan meminta jalan keluar atas konflik agraria yang menghimpit kehidupan mereka.

Muhammad Idris

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut