HUT PRD Ke-19: Partai Harus Menggenggam Hati Rakyat

SI-PRD

Setiap partai politik yang hendak menjadi pilihan rakyat haruslah merasuk dalam ke hatinya rakyat. Diantaranya melalui produksi gagasan dan cita-cita politiknya.

Demikian disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (KPP-PRD), Rudi Hartono, saat memberi sambutan di peringatan HUT PRD ke-19 di situs rumah kelahiran komposer pejuang Cornelis Simanjuntak, di Pematangsiantar, Sumatera Utara, Rabu (22/7/2015).

Menurut Rudi, supaya gagasan dan cita-cita politik partai bisa sampai ke tengah rakyat banyak, partai harus menciptakan ruang atau panggung politik terbuka sebanyak-banyaknya dan menghadirkan massa rakyat seluas mungkin.

“Jangan ragu untuk membuat panggung politik secara rutin. Setiap acara atau kegiatan partai harus dibuat terbuka dan menghadirkan rakyat banyak. Di situ alat-alat propaganda partai, seperti selebaran, brosur, dan bacaan-bacaan lainnya, didistrubusikan kepada khalayak luas,” imbuhnya.

Pemimpin redaksi portal berdikarionline.com ini juga mengingatkan agar setiap pengurus dan kader PRD lebih bekerja keras lagi untuk menyiapkan struktur, keanggotaan, dan kelengkapan teknis untuk menyongsong pemilu 2019.

Ditempat yang sama, Staf KPP PRD Jak Par juga mengajak segenap pengurus dan kader PRD Pematangsiantar dan Simalungun untuk menyebarluaskan simbol-simbol partai kepada massa rakyat. Dengan cara itu, rakyat akan semakin mengenal PRD.

“Simbol-simbol partai harus disebarluaskan. Produksi sebanyak-banyaknya bendera, kaos, pin, dan lain-lain. Jangan ragu-ragu lagi memperkenalkan PRD kepada rakyat,” tandasnya.

Dia juga mengingatkan pentingnya setiap kader partai bisa menggenggam jiwa rakyat. “Lihat lagu Indonesia Raya, jiwanya dulu baru badannya. Jadi partai harus menggenggam jiwa rakyat dulu, baru mereka akan menyerahkan badannya,” terang dia.

Sementara itu, pengurus caretaker PRD Sumut Parluhutan Banjarnahor mengingatkan soal pentingnya kedisiplinan setiap pengurus dan kader PRD dalam memikul tugas-tugas kepartaian. Dia menegaskan, tanpa kedisiplinan di internal, program dan gagasan sebagus apapun akan sulit terlaksana.

Ketua KPK PRD Pematangsiantar Fransiskus Silalahi, SH menyinggung soal perapian struktur pengurus KPK PRD Pematangsiantar pasca Musyawarah Kota (Muskot) pada bulan Juni lalu dan persiapan merespon momentum politik lokal, yakni Pemilihan Walikota Pematangsiantar di tahun 2015 ini.

Sedangkan ketua caretaker PRD Kabupaten Simalungun, Togu Van Basten, berbicara soal keharusan pembangunan struktur dan perekrutan anggota sebanyak-banyaknya sebagai basis material untuk memenangkan pertarungan politik di tahun 2019 mendatang.

Acara yang dihelat oleh pengurus KPK PRD Pematangsiantar ini dihadiri oleh puluhan kader, anggota, dan simpatisan PRD di Pematangsiantar dan Simalungun. Juga dihadiri oleh anggota organisasi massa (Ormas) yang bernaung di bawah PRD, seperti Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Aksi Perempuan Indonesia (API) Kartini.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut