GNP 33 UUD 1945 Sulteng Bersolidaritas Untuk Petani Jambi

Palu.jpg

Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pasal 33 UUD 1945 (GNP 33 UUD 1945) di Palu, Sulawesi Tengah, menggelar aksi massa di markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulteng, Kamis (13/3/2014).

Dalam aksinya massa GNP 33 UUD 1945 mengecam keras pembunuhan seorang petani warga Suku Anak Dalam (SAD) di Jambi oleh aparat TNI dan security PT. Asiatic Persada.

“Di Jambi, seorang petani bernama Puji, warga SAD, menjadi korban kebiadan anggota TNI yang mau diperalat oleh perusahaan. Ini jelas-jelas melanggar Pancasila dan UUD 1945,” ujar koordinator aksi, Asman.

Menurut Asman, konflik antara warga SAD dengan PT. Asiatic Persada adalah konflik agraria. Dalam kasus itu, kata Asman, warga SAD berjuang untuk mendapatkan kembali hak ulayatnya yang dirampas oleh PT. Asiatic Persada.

“Apa yang diperjuangkan oleh warga SAD itu konstitusional dan negara seharusnya memenuhinya. Ini malah TNI dikirim untuk menjaga kepentingan perusahaan asing dan membunuhi petani yang sedang berjuang,” kata Asman.

Asman menilai, penggunaan TNI untuk menjaga kepentingan perusahaan asing, termasuk PT. Asiatic Persada, membuktikan watak komprador rezim SBY-Boediono.

Dalam tuntutannya, GNP 33 UUD 1945 mendesak agar kasus pembunuhan petani bernama Puji di Jambi segera diusut tuntas dan para pelakunya dihukum seberat-beratnya.

Selain itu, GNP 33 UUD 1945 juga mendesak penarikan TNI/Polri dari seluruh wilayah konflik agraria di Indonesia. “Kami mendesak agar penyelesaian konflik agraria mengedepankan dialog dengan berlandaskan pasal 33 UUD 1945 dan UU Pokok Agraria 1960,” ujar Asman.

Dalam tuntutannya GNP 33 UUD 1945 mendesak pemerintah segera mengembalikan tanah ulayat SAD seluas 3500 ha yang dirampas oleh PT. Asiatic Persada.

Aksi massa GNP 33 UUD 1945 ini ditutup dengan doa bersama untuk Puji Bin Tayat dan lagu-lagu perjuangan.

Aldi Ramadan

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut