GNP 33 UUD 1945 Palembang Kecam Kekerasan Polisi Di Makassar

Demognp33palembang.jpg

Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pasal 33 UUD 1945 (GNP 33 UUD 1945) menggelar aksi massa untuk mengecam tindakan represif aparat kepolisian saat menghadapi aksi menolak kenaikan harga BBM di depan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, pada hari Kamis (27/11) lalu.

Aksi massa GNP 33 UUD 1945 Palembang ini digelar di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Selatan, Selasa (2/12/2014). Dalam aksinya massa aksi menyerahkan simbol-simbol polisi dan buku teks Pancasila kepada perwakilan Humas Polda Sumsel.

“Ini adalah simbolisasi agar Polisi mengingat fungsinya sebagai pengayom masyarakat dan berpijak pada konstitusi dan Pancasila,” kata Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Palembang, Zul Apri.

Menurut Zul Apri, aksi massa menolak kenaikan harga BBM merupakan bentuk perlawanan terhadap kebijakan neoliberal. “Bagi kami, kenaikan harga BBM adalah bukti bahwa rezim saat ini masih menghamba pada agenda neoliberalisme. Makanya harus dilawan,” tambah Zul.

Terkait tindakan represif aparat kepolisian di Makassar, yang berakibat pada tewasnya seorang pemuda bernama Muhamad Arif (17), Zul mengatakan, pihak kepolisian telah bertindak menjadi tameng untuk mengamankan agenda neoliberalisme di bawah rezim Jokowi-JK.

“Kenaikan harga BBM telah berdampak buruk terhadap ekonomi rakyat, sehingga menyebabkan banyaknya gelombang protes berbagai elemen rakyat terhadap kenaikan harga BBM tersebut. Ini seharusnya tidak boleh direspon dengan cara-cara represif,” kata Zul.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) kota Palembang, Eka Syahruddin, saat menyampaikan orasinya di aksi yang sama. Menurutnya, pihak kepolisian seharusnya berpijak pada Pancasila dan UUD 1945, bukan menghamba sebagai abdi rezim berkuasa.

Menanggapi aksi ini, pihak Humas Polda Sumsel menyatakan bahwa persoalan tersebut sudah mengarah ke proses hukum. Pihak Polda Sumsel menegaskan bahwa pihaknya mendukung proses hukum tersebut.

Fuad Kurniawan/Jai Marta

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut