Warga Konawe Utara Protes PT. DJL

Sikap PT. Damai Jaya Lestari yang mengabaikan komitmen dengan petani di dua kecamatan di Konawe Utara, yakni Wiwirano dan Langgikima, memicu ketidakpuasan para petani.

Kamis (4/12/2014) pagi, ratusan petani pemilik lahan bersama mahasiswa menggelar aksi protes di kantor PT. DJL. Dalam aksinya para petani mempertanyakan ganti rugi tanaman mereka yang belum dibayarkan oleh PT. DJL sejak bermitra dengan petani di tahun 2006.

Selain itu, para petani juga mempersoalkan kebijakan perusahaan yang membeli tandang buah segar (TBS) dibawah harga yang diputuskan oleh pemerintah daerah setempat, yakni sebesar Rp.1.600. Sebaliknya, perusahaan melalui pihak ketiga, yakni PT. SUAR, hanya mau membeli Rp.1.300 per TBS.

“Pihak PT DJL sudah bertahun-tahun menghianati kesepakatan dengan petani penggarap dan warga setempat. Ini yang membuat kemarahan para petani dan warga setempat meledak,” kata Amrullah, seorang aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang bergabung dengan aksi ini.

Menurut Amrullah, PT. DJL seakan sengaja menumpuk persoalan sehingga memicu ketidakpuasan banyak pihak, mulai dari petani penggara, warga sekitar, hingga para pekerja yang tidak mendapatkan hak-hak normatif mereka.

Dalam aksi tersebut, para petani menuntut ingin bertemu langsung dengan pimpinan perusahaan. Sayang, tuntutan ini diabaikan oleh pihak perusahaan. Akibatnya, para petani yang tersulut oleh amarah itu membakar pos security PT. DJL.

Tak hanya itu, para petani juga menyegel perusahaan dan menghentikan semua aktivitas perusahaan. “Kami tidak akan meninggalkan perusahaan ini sebelum tuntutan kami didengarkan,” kata seorang orator.

Para petani mengancam akan terus melakukan penyegelan dan aksi pendudukan kantor PT. DJL hingga tuntutan mereka dipenuhi.

Wiwin Irawan

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut