Fidel Castro Menganggap Majalah AS Salah Memahami Kata-Katanya

HAVANA: Pemimpin Revolusi Kuba Fidel Castro mengatakan pada hari Jumat bahwa statemennya yang dipublikasikan oleh Koran AS, The Atlantic, telah disalah-artikan.

Wartawan dari koran Amerika itu, Jeffrey Goldberg, mengunjungi Castro pada awal bulan lalu. Menurutnya, ketika dia (wartawan itu) bertanya apakah model Kuba masih layak untuk diekspor, maka pemimpin revolusi Kuba ini menjawab, “model Kuba bukan hanya bekerja untuk kami sekarang.”

Castro melontarkan protes ini di Univestias Havana saat menghadiri peluncuran bukunya “Strategic Counteroffensive”, buku keduanya tentang revolusi.

“jelas sekali bahwa hal ini punya implikasi pada persoalan teoritis bahwa Kuba mengekspor revolusi,” katanya, seraya menambahkan bahwa hal ini sangat lucu melihat Goldberg menginterpretasi kata-katanya satu per satu.

“Saya akan mengatakan bahwa tanpa kepahitan atau masalah,” kata Castro, “tapi hal yang nyata adalah bahwa jawaban saya berkebalikan dengan apa yang dianalisis Goldberg dan Julia Sweig, yang menemaninya, dalam menafsirkan model Kuba.”

Castro mengatakan idenya adalah bahwa sistem kapitalisme, yang telah mengarahkan dunia dari krisis ke krisis, tidak lagi bekerja dengan baik di AS atau dunia, apalagi sebuah negara sosialis seperti Kuba.

Goldberg bertemu Castro di Havana pada tanggal 1 September. Majalah The Atlantic mempublikasikan wawancaranya pada hari Rabu lalu.

Castro meluncurkan Buku Kedua Tentang Pengalaman Gerilya

Pemimpin Revolusi Kuba ini baru saja meluncurkan buku keduanya mengenai perjuangan gerilya, yang diberi judul  “La Contraofensiva Estrategica” (The Strategic Counter-Offensive) di Universitas Havana, kemarin (10/9).

Menurut pemberitaan TV nasional pada malam hari, Fidel Castro berbagi bersama peserta mengenai rincian selama proses penelitian.

Buku ini adalah volume kedua memoarnya tentang kehidupan gerilya melawan kediktatoran Fulgencio Batista dan mencakup tahun 1956-1959.

Buku ini merupakan bagian dari buku sebelumnya yang berjudul “The Strategic Victory”, buku tebal yang baru saja diluncurkan bulan lalu, dimana icon revolusi Kuba ini menjelaskan secara rinci bagaimana 300 pemberontak mampu bertahan dan mengalahkan serangan sangat sengit dari 10.000 pasukan pemerintah Fulgencio Batista.

Kastiuska Blanco, seorang wartawan, mengatakan, buku kedua adalah kisah epic dari tindakan tentara pemberontak dalam bentangan rumah perjuangan pembebasan.

Ini merujuk pada invasi oleh kelompok pemberontak yang dipimpin oleh Camilo Cienfuegos dan Ernesto Che Guevara, dan kelompok yang telah memperluasnya ke provinsi lain, termasuk tindakan yang diambil oleh tiga front di sekitar provinsi timur Santiago de Cuba, kata Blanco.

Castro mengatakan, dia mengerjakan keseluruhan naskah ini pada saat pemulihannya dari penyakit serius pada tahun 2006. Saat itu, kepemimpinan negara diserahkan kepada adiknya yang juga seorang revolusioner, Raul Castro.

Wakil Kepala Departemen agitasi propoganda Komite Pusat Partai Komunis Kuba, Alberto Alvariño, memberikan rincian tentang proses pencetakan buku, yang menjaga sumber kode-visual yang digunakan dalam buku sebelumnya “La Victoria Estrategica” (The Strategic Victory). (Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut