Fakultas Sastra Unhas Diserang Preman Bertopeng

Posko Aliansi Mahasiswa Unhas untuk Keadilan (AMUK) di Unhas Makassar (Dok: PERISAI)

Universitas Hasanuddin (Unhas) makin tidak nyaman bagi kegiatan mahasiswa dan proses akademik. Setelah minggu lalu, Jumat (26/4), aksi damai mahasiswa dibubarkan oleh Satpam dan preman, tadi malam sekretariat BEM Fakultas Sastra diserang preman yang mengenakan topeng.

Akibat penyerangan itu, seorang mahasiswa jurusan sastra Inggris, Fahriansyah Iskandar, mengalami luka tusuk oleh senjata tajam di bagian pundaknya. Tak hanya itu, para pelaku penyerangan juga merusak sekretarian HMJ Perisai Sastra Unhas dan 5 kendaraan roda dua.

Berdasarkan kronologis kejadian yang dikirimkan oleh Aliansi Mahasiswa Unhas untuk Keadilan (AMUK), pelaku penyerangan berjumlah sedikitnya 10 orang dengan mengenakan penutup wajah. Para penyerang membawa badik, parang, balok kayu, dan senjata rakitan.

Bahkan, seperti dilaporkan AMUK, para pelaku sempat menembakkan senjata rakitan ke arah mahasiswa Pencinta Alam Edelweis yang sedang menyelenggarakan Musyawarah Besar (MUBES) tidak jauh dari lokasi kejadian.

Setelah menembakkan senjata rakitan, para pelaku merusak sejumlah kendaraan bermotor. Tak lama kemudian, karena jumlah mahasiswa makin banyak, para pelaku melarikan diri.

Menurut analisa AMUK, aksi penyerangan ini terkait dengan aksi protes mahasiswa sastra Unhas memprotes skorsing sewenang-wenang terhadap 6 orang mahasiswa. “Kami menduga mereka akan membongkar posko solidaritas anti kekerasan yang tergabung dalam AMUK,” demikian ditulis AMUK dalam kronologisnya.

AMUK sendiri menangkap sejumlah kejanggalan sebelum penyerangan, seperti lampu jalan yang mati, pos Satpam yang kosong, dan adanya dua orang Satpam Kampus yang seolah-olah mengecek keadaan di Fakultas Sastra menjelang penyerangan. “Penyerangan ini kemungkinan didalangi oleh rektorat,” tulis AMUK.

Menanggapi kejadian ini, Komando Regu Satpam Unhas, Mahmud, mengatakan bahwa Satpam yang menjaga di sekitar Fakultas Sastra memang ditarik setelah terjadinya aksi protes di fakultas tersebut.

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut