Buku Puisi “Burung-Burung Bersayap Air” Akan Diluncurkan

Buku puisi berjudul “Burung-Burung Bersayap Air”, karya Dewi Nova, akan dilaunching pada hari kamis, tanggal 25 November 2010, bertepatan dengan hari anti penyiksaan perempuan.

Dan, bukan kebetulan, puisi-puisi karya Dewi Nova yang terangkum dalam Burung-Burung Bersayap Air” banyak cerita soal kekerasan, penindasan, utamanya yang dialami kaum perempuan.

Dewi bertutur kekejian, penghinaan diri manusia oleh manusia, mulai dari Aceh, Poso, Manggarai hingga jauh ke Patpong Thailand. Bacalah: “Tutur Inong Aceh”, “Lelaki Bersenjata Itu, Kekasihku!”, “Kepada Perempuan-perempuan Patpong”. Semua begitu realis, kepiluan nan keji tepatnya.

Tapi tidak melulu cerita kalah, karena Dewi juga mencatat kisah para perempuan tangguh, seperti dalam: “Perempuan-perempuan Gunung”, “Kau Ambil Parang Kami,
Kurampas Senjata Kalian!”, terbang hingga ke Burma sana dalam sosok Aung San Suu Kyi.

Dewi juga apik melukis kata, memadukannya dengan berbagai nama flora, menjadi judul yang nyastra macam: “Cinta Bunga Teh”, “Perempuan Opium”, “Sekelopak Kisah”, “Bisik Daun Tembakau”, tapi semua tidak lantas mengharu biru setelah kita
berlanjut membaca, karena judul yang cantik tidak tercermin dalam isi, justru ketragisan didapat;

Karena pengalamannya bekerja di banyak lembaga kemasyarakatan yang konsen dengan isu-isu perdagangan perempuan, konsultasi gender dan sebagainya, maka tak heran dia mengerti benar persoalan.

Peluncuran ”Burung Burung Bersayap Air” akan diadakan pada 25 november 2010,
Pukul 19.00 bertempat di Pusat Dokumentasi Sastra HB. Jassin Kompleks Taman Ismail Marzuki, Jln Cikini Raya no. 73 Jakarta.

Menurut rencana, hadir dalam launching ini adalah: Putu Oka Sukanta dan Myra Diarsi. Selain diskusi dan pembacaan puisi, hadir pula penampilan dari Sanggar Satu Bumi, Roso Suroso (Jaker), dan Aliansi Tenaga Kerja Indonesia (ATKI).

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut