Ambulance Belum Gratis Bagi Pasien Jamkesmas

Sejumlah Rumah Sakit di kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, belum menggratiskan layanan ambulance kepada pasien Jamkesmas.

Kenyataan ini diungkapkan oleh keluarga pasien Jamkesmas dari Kp. Hegarmana, Warung Kiara, yang bernama Komalasari. Menurut keluarga pasien jamkesmas ini, pihak keluarga diwajibkan membayar layanan ambulance saat mengantar jenazah dari Rumah Sakit ke rumah duka.

Nasib serupa juga dialami keluarga Bapak Akud (59), pasien asal Kp. Bojong Tipar Jampang Tengah. Rumah Sakit Syamsuddin, tempat pasien dirawat, mengharuskan keluarga pasien untuk membayar layanan ambulance. Anehnya, pihak rumah sakit menolak untuk memberikan kwitansi pembayaran.

Ditanyakan mengenai persoalan ini, Direktur RS Sekarwangi, Dr. Rini, mengaku bahwa penggunaan ambulance tidak masuk dalam biaya yang ditanggung pemerintah pusat, sehingga ini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

“Ya, tergantung dari kemampuan keuangan pemerintah daerahnya,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Koordinator Rumah Aspirasi Ketua Komisi IX DPR, Andi Suherlan, menegaskan bahwa selama ini akses informasi dari pemerintah kepada masyarakat sangat kurang, sehingga pasien tidak tahu hak-haknya.

Pihaknya mensinyalir adanya proses pembohongan kepada publik demi meraup keuntungan dari pasien. Ia juga menambahkan, bahwa pihaknya menerima rata-rata 12 kasus setiap bulannya yang mengadukan soal layanan Jamkesmas, pembelian obat, pembelian darah, dan diskriminasi dalam pelayanan.

Selain itu, sebuah pernyataan Ketua Komisi IX DPR, Dr Ribka Tjiptaning, juga membantah alasan pihak rumah sakit. Dikatakan oleh Tjiptaning, bahwa semua kebutuhan pasien Jamkesmas, termasuk ambulance, sudah ditanggung oleh pemerintah pusat.

“Pemerintah sudah menganggarkan Rp3000 per-kilometer. itupun sudah dibayar dimuka,” tegasnya.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut