Bersolidaritas Untuk Petani Jambi, GNP 33 Sumsel Datangi Markas Kodam Sriwijaya

Puluhan mahasiswa dan rakyat miskin yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pasal 33 UUD 1945 (GNP 33 UUD 1945) kota Palembang menggelar aksi massa di depan markas Kodam II Sriwijaya, Senin (10/3/2014).

Dalam aksinya massa GNP 33 UUD 1945 ini mengecam tindakan kekerasan yang melibatkan anggota TNI di Jambi. “Di Jambi, seorang petani bernama Puji bin Tayat telah disiksa dengan sangat kejam oleh TNI hingga meninggal dunia,” kata koordinator aksi, Heriyadi.

Menurut Heriyadi, tindakan anggota TNI tersebut melawan konstitusi dan Pancasila. Menurut dia, TNI seharusnya menjadi pelindung rakyat, bukan menindas dan menyiksa rakyat.

“Ini memperlihatkan bahwa TNI telah diperalat oleh perusahaan, yakni PT. Asiatic Persada, untuk menghadapi rakyat yang sedang memperjuangkan hak-haknya,” ujarnya.

Lebih jauh Heriyadi mengungkapkan, jika merujuk pada pasal 33 UUD 1945, bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya mestinya digunakan untuk memakmurkan rakyat.

Tetapi kenyataannya, ungkap dia, kekayaan alam tersebut justru dinikmati oleh segelintir korporasi asing. “Dalam banyak kasus, seperti yang dialami SAD di Jambi dan petani Ogan Ilir, mereka malah diusir paksa dari tanahnya sendiri,” katanya.

Dalam aksi tersebut, massa aksi GNP 33 UUD 1945 disambut oleh seorang perwira TNI bernama Mayor R Saragih. Pihaknya menyayangkan kekerasan yang melibatkan anggota TNI di Jambi tersebut. Namun, ia juga mengingatkan bahwa keberadaan TNI di area konflik di Jambi berada di bawah tanggung jawab KOREM di sana.

Dalam tuntutannya, GNP 33 UUD 1945 Palembang menuntut agar kasus pembunuhan terhadap petani di Jambi tersebut diusut hingga tuntas. Selain itu, GNP 33 UUD 1945 juga mendesak penarikan TNI dari wilayah konflik agraria, termasuk di Jambi dan Sumsel.

Selain itu, GNP 33 UUD 1945 Palembang juga mendesak agar pemerintah segera memfasilitasi pengembalihan tanah ulayat SAD seluas 3550 hektar yang dirampas oleh PT. Asiatic Persada.

Raymona Dyah

Baca juga: Kronologis Penculikan, Kekerasan Dan Pembunuhan Warga SAD oleh aparat TNI

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Anria Rosa

    SAMPAIKAN ASPIRASI DGN DEWASA, YG SALAH PASTI DIHUKUM, TEGAKKAN HUKUM UNTUK KEADILAN. MARI BERPIKIR JERNIH……
    MEMANG TDK BOLEH MENGANIAYA APALAGI MEMBUNUH, HARUS DIPROSES HUKUM PELAKUNYA…………TAPI ……….COBA RENUNGKAN………
    JIKA MURNI MEMBELA WARGA SAD ITU TUJUAN MULIA….TAPI JIKA HANYA UNTUK KEPENTINGAN KELOMPOK KECIL YG HANYA MENGGUNAKAN SAD SBG ALAT, ITU LEBIH KEJI DARI PEMBUNUHAN…..(PUJI ALMARHUM SMOGA ARWAHNYA TENANG),