Berbagai Upaya Penguasa Menghentikan “Occupy Wall Street”

Minggu lalu, Brett Arends, seorang jurnalis dan kolumnis di Wall Street Journal, mengeluarkan prediksi bahwa sebentar lagi gerakan “Occupy Wall Street (OWS)” akan berakhir. Salah satu penyebab mengapa gerakan ini akan berhenti, kata Brett Arends, adalah perubahan cuaca.

Katanya, musim hujan dan musim dingin akan segera tiba, dengan suhu yang terus turun. “Ketika dingin dan hujan benar-benar datang, banyak orang-orang akan pulang. Kemudian para penentang Occupy Wall Street akan menyatakan menang,” ujarnya, seperti dikutip Marketwatch.

Benarkah demikian?

New York sudah memasuki musim dingin dan badai salju. Sejak kemarin, para aktivis berjuang keras untuk menghadapi perubahan cuaca. Tetapi para aktivis tetap bertekad bertahan meskipun mereka sangat kedinginan.

Situasi itu kian diperparah oleh langkah pemerintah kota New York mencabut 6 generator dan beberapa tabung. Pihak pemerintah kota beralasan bahwa generator dan tabung itu bisa memicu kebakaran.

Bahkan, sebagaimana dilaporkan Russian Today, polisi juga masuk ke kemah-kemah dan menyita minyak sayur untuk memasak.

Lucy Kafanov, jurnalis RT, melaporkan bahwa para aktivis merasa hal itu merupakan cara paling nyaman bagi pejabat kota untuk menghentikan gerakan perlawanan dan ‘membekukan’ mereka seiring dengan udara yang makin jatuh.

Demonstran juga menganggap tindakan itu sebagai upaya membatasi penggunaan internet di kalangan demonstran. Hal itu mengingat bahwa internet, khususnya jejaring sosial, telah menjadi media penyebaran pesan perlawanan ke berbagai penjuru dunia.

Taman Zuccotti telah dikenal dunia sebagai panggung perlawanan sejak meletusnya pemberontakan anti-wall street. Ini merupakan perlawanan terhadap kesenjangan ekonomi dan keserakahan korporasi. Lahirlah seruan yang terkenal: 99% sudah muak dengan keserakahan 1%.

Selain berhadapan dengan musim dingin dan sikap tidak bersahabat pemerinta kota, aktivis OWS juga berkali-kali mengalami represi.

Awal minggu lalu, dalam sebuah reli di Oakland, California, seorang veteran perang irak terluka parah saat polisi menyerang demonstran.

David Korten, penulis buku “When Corporations Rule the World”, mengatakan, polisi terkadang gagal memahami bahwa tindakan mereka menyerang demonstran tak bersenjata justru mengekspose kepada publik tentang korupsi dalam sistem dan keberpihakan polisi untuk melindungi kelompok 1% elit korporasi.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut