Bendera Palestina Boleh Berkibar Di Markas PBB

palestinian-flag-un-israel

Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyetujui resolusi yang memperbolehkan bendera nasional Palestina dan Takhta Suci Vatikan berkibar di markas besarnya di New York, Amerika Serikat.

Dalam Sidang Umum yang berlangsung pada hari Kamis (10/9) itu, sebanyak 119 dari 193 negara menyatakan “ya” atas resolusi tersebut. Sedangkan 8 negara menyatakan “tidak”. Negara yang menyatakan “tidak”, antara lain:  Israel, Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan beberapa negara kecil lainnya.

Sebanyak 45 negara menyatakan “abstain”. Sebagian besar negara yang menyatakan abstain adalah anggota Uni Eropa, seperti Inggris dan Jerman. Sementara  Perancis, Italia, Spanyol, Swedia, dan Polandia mendukung resolusi tersebut.

Perwakilan Palestina di PBB, Riyad Mansour, menyambut baik kemenangan tersebut. “Ini memang hanya simbolik, tetapi menjadi langkah penting untuk memperkuat pilar negara Palestina di panggung Internasional,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, kemenangan simbolik itu akan menjadi langkah penting menuju terwujudnya kemerdekaan negara Palestina yang telah diperjuangkan sejak tujuh dekade silam.

“Tentu, kami tahu, mengibarkan bendera bukan akhir pendudukan (Israel) atau bisa menyelesaikan konflik secepatnya,” kata Mansour. “Namun, mengibarkan bendera menjadi sinyal bagi rakyat kami di mana pun bahwa kemerdekaan merupakan hal yang tidak bisa dihindari lagi.”

Dia berharap, bendera Palestina akan dikibarkan di markas PBB pada tanggal 30 September mendatang. Pada hari yang sama, Presiden palestina Mahmoud Abbas akan berpidato di hadapan para pemimpin dunia di forum tahunan Sidang Majelis Umum PBB.

Tetapi Israel sendiri menganggap pengibaran bendera Palestina di markas PBB tidak begitu penting. “Sekali lagi, Palestina meraih skor mudah dan tidak berarti di PBB,” ujar Duta Besar Israel di PBB, Ron Prosor, seperti dikutip laman teleSUR.

Untuk diketahui, status Palestina di PBB masih ‘negara pemantau bukan anggota’. Status ini didapatkan Palestina pada bulan November 2012 setelah melalui perjuangan panjang di meja perundingan melawan Israel dan sekutunya.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut