Balita Penderita Hydrocephalus Tidak Dapat Perawatan Medis

Adelia Agustina, bayi berusia satu tahun yang menderita Hydrocephalus, sempat berbulan-bulan tidak menerima perawatan medis. Kondisi orang tuanya yang miskin membuat Rumah Sakit berkali-kali mengabaikannya.

Menurut Jon Samagi, orang tua Adelia, pihaknya sudah membawa anaknya itu ke rumah sakit saat masih berusia 3 bulan. Tetapi pihak rumah sakit tidak memberikan pelayanan karena alasan tidak ada kamar dan mengharuskan keluarga Adelia membayar uang muka terlebih dahulu.

Karena tidak punya uang, Jon Samagi pun hanya pasrah mengobati anaknya dengan pengobatan alternatif. “Ia hanya dirawat di rumah saja. Kalau ada uang sedikit, kami coba cari pengobatan alternatif,” kata Jon Samagi.

Beruntung, kabar tentang nasib Adelia ini terdengar oleh aktivis dari Posko Rumah Sehat Cerdas (RSC) Palembang. Aktivis RSC pun segera melakukan advokasi terhadap Adelia dan memperjuangkan bayi mungil itu mendapat layanan medis.

Kini, Adelia tergolek lemas di kamar Instalasi Gawat Darurat RSUD Palembang Bari. Pihak RSUD bersedia memberikan pelayanan medis kepada Adelia.

Menurut Eka Sjahruddin, aktivis RSC yang juga mengetuai Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) kota Palembang, kejadian yang menimpa Adelia Agustina merupakan bukti bahwa sampai sekarang rumah sakit masih sering menolak pasien miskin.

Ia juga menilai, sosialisasi tentang program berobat gratis juga belum meluas dan diketahui secara merata oleh masyarakat. Akibatnya, sekalipun ada program yang menjamin hak kesehatan kaum miskin, tetapi jarang dipergunakan karena minimnya informasi dan pengetahuan.

Ia pun menjelaskan bahwa berdirinya Posko Rumah Sehat Cerdas bertujuan untuk mensosialisasikan program berobat gratis tersebut. Selain itu, aktivis-aktivis posko ini juga aktif melakukan advokasi terhadap pasien miskin yang diabaikan rumah sakit.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut