Duduki Lahan, Petani Tuntut Menhut Cabut Ijin PT. Inhutani

WAY KANAN: Aksi pendudukan lahan register seluas 55 ribu hektar di Way Kanan, Lampung, terus berlanjut (9/10). Para petani menyatakan tidak akan mundur sebelum Menteri Kehutanan RI segera memenuhi tuntutan mereka, yaitu mencabut SK no: 398/KPTS-II/1996 JO No: 144/KPTS-II/1999 dan SK No: 53/KPTS-II/1997.

“Jumlah mereka menurun setelah enam hari melakukan aksi pendudukan, dari 10.000 massa saat dimulai menjadi 500 orang,” kata koresponden Berdikari Online Silvia Akbar di lapangan.

Para petani ini menegaskan, tidak akan meninggalkan lokasi pendudukan sebelum pihak PT. Budi Lampung Sejahtera (BLS) bersedia memenuhi tuntutan kaum tani. “Kami akan pulang kalau sudah ada kejelasan,” ujar seorang petani.

Ketua PRD Lampung Ali Akbar, yang sekarang ini masih berada di lokasi bersama kaum tani, meminta menteri kehutanan segera merespon tuntutan para petani dan menurunkan tim untuk menyelesaikan masalah ini.

Tuntut Lahan Register

Sudah puluhan tahun lamanya petani dari 14 desa terusir dari lahan mereka. Pihak PT. Inhutani V merampas paksa tanah tersebut pada tahun 1996 berdasarkan Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK), meskipun tanpa persetujuan keseluruhan petani.

Dalam perkembangan selanjutnya, PT. Inhutani mulai mengabaikan aturan, yakni dengan mengubah HPH tersebut menjadi lahan tanaman singkong. Disamping itu, PT. Inhutani juga tidak melakukan penanaman pohon kembali. Sekarang, lahan itu dikelola oleh PT. Budi Lampung Sejahtera (BLS), setelah ditelantarkan PT. Inhutani sejak tahun 2005.

Petani sudah menggunakan segala macam cara untuk mengusahakan tanah ini kembali, namun terus mengalami jalan buntu. Mereka sudah menggunakan cara lobby dan meminta kepada pemerintah setempat, tetapi tidak digubris. Kali ini petani telah menggunakan aksi massa dan bentuk perlawanan lainnya.

Aksi pendudukan kali ini pun bukan pertama kalinya. Pada akhir September lalu, sedikitnya 50.000 petani telah menduduki paksa lahan ini, tapi pemerintah tetap tidak bergeming. (Ulfa)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut