Bagaimana Jamaika Mengurangi Impor Pangan

Indonesia harus banyak belajar dari Jamaica. Negari kelahiran Bob Marley ini sudah berencana untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor buah-buahan.

Robert Montague, Menteri Pertanian Jamaika, mengatakan pihaknya memutuskan untuk mengurangi impor pangan tahun depan. Keputusan ini diambil sejalan dengan dimulainya rencana “program menanam seluas-luasnya” pada Januari mendatang.

Menurut Montague, program ini dirancang untuk mengurangi kerusakan hutan di Jamaica dan sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Program ini akan diawali dengan menanam 50.000 bibit tanaman buah-buahan di seluruh negeri, bertepatan dengan peringatan setengah abad kemerdekaan negeri tersebut.

Selain menanam tanaman buah-buahan, pemerintah Jamaica juga mengkampanyekan kepada seluruh rakyatnya untuk menanaman rempah-rempah, seperti kunyit, jahe, dan lada.

“Dengan inisiatif ini, produksi pangan Jamaica diharapkan bisa meningkat, sehingga bisa menjaga ketersediaan pangan di seluruh negeri,” kata Montague.

Bahkan, lebih progressif lagi, seiring dengan kampanye memproduksi buah dan kebutuhan pangan itu, Pemerintah Jamaica juga merancang pembangunan industri olahannya. “Dengan begitu, kami benar-benar bisa tidak bergantung pada makanan impor lagi,” ujar sang menteri.

Menurut catatan FAO, diantara Haiti dan Dominika, Jamaica adalah negara yang mengalami tingkat deforestasi tertinggi di kawasan Karibia. Negeri ini mengalami kerusakan hutan seluas 41.000 hektar pertahun.

Semua itu merupakan warisan kolonialisme selama berabad-abad dan akibat kerakusan korporasi hingga sekarang ini.

Pemerintah Jamaika berharap bisa mengakhiri semua malapetaka itu dengan gebrakan program “program penanaman seluas-luasnya” tahun depan.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut