Anak Khadafi Siap Lanjutkan Perlawanan

Anak sulung Muammar Khadafi, Saif Al Islam, dikabarkan masih di Libya. Ia muncul dalam sebuah tayangan stasiun TV Suriah Al-Arai pada Sabtu malam dan berjanji akan melakukan perlawanan terhadap para pemberontak dan pasukan NATO.

Saif Al Islam, yang mendapat pendidikan di barat, mengaku akan memimpin perlawanan rakyat Libya melawan pendudukan di negeri Afrika utara tersebut. “Kami akan terus melawan. Saya masih di Libya. Saya bebas dan siap berjuang hingga akhir dan membalas dendam,” katanya.

Menurut Ria Novosti, yang mengutip laporan media pro-Khadafi, menyebut Saif Al Islam ditunjuk sebagai pewaris Khadafi dan akan memimpin komando perlawanan menghadapi pemberontak.

Sementara media Mesir Nile, pada 20 Oktober lalu, mengklaim bahwa Saif Al Islam melarikan diri dari Sirte dan menemukan tempat berlindung di padang pasir.

Laporan lain menyebutkan bahwa Saif telah mendapat dukungan dari suku-suku yang masih loyal kepada Khadafi. Mereka berjanji akan membalas dendam atas kematian Khadafi dan putranya.

Sementara seorang Juru bicara Dewan Transisi Nasional (NTC) mengatakan Saif Al Islam dan Moussa Ibrahim, mantan juru bicara rejim Khadafi, sudah ditangkap dalam keadaan hidup di Nessma, dekat Kota Bani Walid, saat hendak menuju Misrata.

Berita tentang keadaan Saif Al islam memang masih simpang siur. Media pro-Khadafi menganggap ia masih hidup dan siap melanjutkan perlawanan. Sementara sejumlah media barat menyebut ia sudah tewas di Sirte. Ada pula yang menyebut bahwa putra sulung Khadafi ini sudah ditangkap.

Saif adalah keturunan Khadafi yang cukup berpendidikan. Ia merupakan alumnus London School of Economics di Inggris. Saif juga dianggap salah seorang pendukung reformasi dalam sistem politik di Libya.

Para pengamat menilai bahwa konflik di Libya akan berkepanjangan dan tumbuh menjadi perjuangan politik antar etnis. TNC sendiri sudah mendeklarasikan negara Libya baru dan menjadikan hukum islam sebagai hukum negara.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut