KIPP Dukung Langkah Bawaslu Panggil Presiden SBY

SBY-Lampung.jpg

Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia mendukung langkah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait dugaan penyalahgunaan uang negara saat berkampanye sebagai Ketua Umum Partai Demokrat di Lampung.

“KIPP Indonesia mendukung penuh langkah Bawaslu memanggil Presiden RI SBY untuk mengklarifikasi dan meminta keterangan darinya seputar pelanggaran kampanye yang dilakukannya,” kata Wakil Sekretaris Jenderal KIPP Indonesia, Girindra Sandino, di Jakarta, Minggu (6/4/2013).

Menurutnya, selaku Presiden Republik Indonesia, SBY seharusnya patuh terhadap hukum, sebagaimana diamanahkan dalam Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) bahwa Negara Indonesia adalah Negara hukum.

Selain itu, kata Girindra, sebagai Kepala Negara, Presiden RI SBY harus memberikan tauladan terhadap peserta pemilu lainnya dan khususnya pada Rakyat Indonesia mengenai penegakan hukum dalam pelaksanaan penyelenggaraan pemilu 2014.

“Presiden SBY harus menghormati langkah dan upaya Bawaslu dalam menegakkan hukum pemilu dalam penyelenggaraan pemilu 2014. Bagaimana pun Bawaslu adalah lembaga negara yang resmi dibentuk berdasarkan Undang-Undang,” tegasnya.

Seperti diberitakan, SBY bertolak ke Lampung pada Rabu (26/3/2014) siang setelah menggelar rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta. Di Lampung, SBY berkampanye di hadapan ribuan kader dan simpatisan Partai Demokrat.

Menurut Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, keberangkatan dan kepulangan SBY dibiayai pemerintah meski dalam kepentingan kampanye. Sejumlah menteri pun turut mendampingi SBY. Ketika SBY berganti jaket partai, para menteri ini baru melepaskan diri dari SBY.

Merespon hal tersebut, KIPP dan Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), pada tanggal 28 Maret lalu, telah melaporkan dugaan pelanggaran kampanye oleh SBY itu kepada Bawaslu.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut