Babak Baru Perlawanan Mahasiswa Chile

Chile telah menjadi pusat dari kebangkitan baru gerakan mahasiswa. Di negara berpenduduk 17 juta jiwa itu, gerakan mahasiswa telah menjadi motor utama perlawanan sosial menentang sistim yang mengukur segalanya dengan profit.

Jalanan kota Santiago, Ibukota Chile, penuh hiruk-pikuk pawai dan aksi protes. Awalnya memang mahasiswa yang memulai perlawanan ini, tetapi kemudian buruh dan sektor sosial lainnya juga turut ambil bagian. Mereka telah membariskan diri di belakang sebuah proposal bersama: menolak penyelenggaraan pendidikan yang bermotif profit.

Setengah juta mahasiswa menjadi aktor utama pertempuran jalanan. Mereka berhasil mendesak Presiden Chile, Sebastian Pinera, untuk membuka pintu negosiasi. Tetapi meja perundingan pun menjadi arena pertempuran gagasan yang tak kalah frontalnya: mahasiswa menginginkan pendidikan gratis diselenggarakan oleh negara, sedangkan pemerintah tetap mau maju dengan proposal privatisasinya.

Karena itu, gerakan mesti mendapat dukungan yang lebih luas dan proposalnya harus menjadi lebih radikal. Gerakan mahasiswa, yang didukung oleh berbagai serikat buruh, partai politik kiri, dan gerakan sosial, lalu menyelenggarakan plebisit nasional pada pekan pertama bulan oktober lalu. Hasilnya: 95% pemilih menghendaki pendidikan gratis yang diselenggarakan oleh negara.

Tetapi pemerintahan Pinera kelihatannya tetap bergeming. Meskipun berhadapan dengan popularitas yang kian melorot, pemerintahan sayap kanan Chile kelihatannya tidak akan menghentikan proposal privatisasinya.

Gerakan mahasiswa pun memasuki arena pertempuran baru. Di tengah ketidakpastian dan kebuntuan dialog antara mahasiswa dengan pemerintah, Kongres Chile akan segera memulai pembahasan Anggaran tahun 2012.

Di satu sisi, gerakan mahasiswa kelihatan semakin mendorong maju tuntutannya ke arah seruan perubahan radikal, yakni mengakhiri kediktatoran (mahasiswa mengidentifikasi Pinera sebagai sisa-sisa kediktatoran Pinochet). Dan karena itu, mahasiswa memerlukan dukungan luas dari masyarakat. Di sisi lain, mahasiswa dan gerakan rakyat harus menyusun agenda jangka pendek, setidaknya untuk sebuah kemenangan kecil melawan derap langkah privatisasi.

Yang pertama, mahasiswa dan gerakan rakyat akan mendorong hasil plebisit sebagai langkah awal untuk menyerukan referendum nasional, dengan maksud mengganti pasal-pasal dalam konstitusi yang memungkinkan privatisasi pendidikan dan kehidupan rakyat. Maklum, konstitusi sekarang masih sebagian besar warisan rejim Pinochet.

Sedikitnya 118 organisasi sosial dan politik di Chile yang bersepakat berjalan bersama untuk membawa hasil plebisit nasional dan proposal amandemen konstitusi ke majelis Konstituante.

Sementara untuk merespon yang kedua, yakni rencana pembahasan anggaran 2012, mahasiswa dan gerakan rakyat sudah merencakan akan menggelar aksi massa besar-besaran pada 9 November mendatang. Aksi ini akan digelar di Valparaiso, kota yang menjadi tempat pembahasan anggaran, yang jaraknya 74.5 mil dari Santiago. Dalam aksi itu, mahasiswa membawa seruan nasionalisasi tembaga dan pajak progressif sebagai solusi pendanaan pendidikan oleh negara.

Presiden Federasi Mahasiswa Chile, Camila Vallejo, mengaku bahwa gerakan sudah semestinya punya visi strategis yang menjangkau kedepan. Ia menghendaki adanya sebuah perspektif tentang sebuah bentuk masyarakat yang berbeda dari sekarang.

“Ini gerakan politik dan horizon kami lebih luas. Ini ada hubungannya dengan model berbeda tentang pembangunan masyarakat. Itulah mengapa, kami bersiap untuk menyiapkan dasar untuk agenda yang lebih besar,” katanya.

Tetapi, sambil terus menjelaskan alasan kenapa ia berjuang dan langkah-langkah yang harus diambil, Camila Vallejo menjelaskan arti penting mengambil momentum pembahasan anggaran untuk meraih kemenangan kecil.

“Anggaran akan diputuskan bulan ini. Harus ada agenda pendek untuk anggaran pendidikan. kita tidak bisa mengabaikannya, tanpa sebuah tekanan politik. Mungkin kita tidak mencapai perubahan struktural di situ, tetapi setidaknya kita tidak membiarkan agenda privatisasi berjalan terus,” ujar aktivis yang juluki oleh media sebagai “La Pasionaria” –julukan untuk pejuang anti-fasis Spanyol, Dolores Ibarruri.

Pemerintahan Pinera sendiri hanya berencana mengusulkan anggaran sebesar 1,2 miliar USD untuk pendidikan untuk tahun 2012.

Memang negosiasi belum memperlihatkan kepastian, tetapi mobilisasi-mobilisasi besar dan makin meluasnya dukungan rakyat menunjukkan bahwa gerakan ini punya dasar untuk membuat perubahan besar di masa depan.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut