Kubu Sosialis Menangkan Pemilu Presiden Venezuela

Kandidat dari kubu sosialis, Nicolas Maduro, menyampaikan pidato saat kampanye terakhir di Avenida Bolivar, Caracas, Kamis (11/4/2013)

Kandidat sosialis Nicolasi Maduro berhasil memenangkan Pemilu Presiden (Pilpres) Venezuela dengan meraih suara 50.66 persen. Sedangkan pesaingnya dari oposisi sayap kanan, Henrique Capriles Radonski, meraih suara 49.07 persen.

Hasil perolehan suara itu disampaikan oleh Presiden Dewan Pemilihan Nasional (CNE) Venezuela, Tibisay Lucena, sekitar pukul 11.00 waktu setempat, saat total suara yang masuk sudah mencapai 99.12%.

Menurut CNE, Maduro mendapat suara sebesar 7,505,338 suara, sedangkan kandidat oposisi meraih 7,270,403 suara. Perbedaan perolehan suara kandidat hanya 234,935 suara. Sedangkan tingkat partisipasi pemilih mencapai 78.71 persen.

Sesaat setelah pengumuman itu, Nicolas Maduro langsung menyampaikan pidato kemenangan. Ia menyinggung keabsahan kemenangannya dan kredibilitas CNE sebagai lembaga penyelenggara pemilu. “Ini kemenangan yang adil, konstitusional, legal, dan kerakyatan,” kata Maduro.

Menurut Maduro, pihanya bersedia dengan usulan audit suara 100% sebagaimana diajukan oleh Rektor CNE, Vicente Díaz. “Silahkan melakukannya! Tidak ada masalah. Mungkin mereka akan menemukan bahwa kemenangan saya jauh lebih besar,” ujar Maduro saat berbicara di depan pendukungnya di Istana Miraflores.

Pihak oposisi sendiri, yang sejak awal mendelegitimasi CNE, menganggap kemenangan Maduro “tidak sah” dan menolak mengakui kemenangan Maduro hingga proses audit suara selesai.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • angga mochamd

    Viva Sosialisme, Viva Maduro

  • Degudayang

    Selisih suara yang sangat tipis. Revolusi Bolivarian sedang terancam