Anoman, sang Intelijen dalam Epos Ramayana

Tak ubahnya seorang utusan, wakil, sekaligus agen intelijen yang menghimpun informasi dan mengawasi gerak-gerik musuh agar tetap menjaga kondusifitas berjalannya tugas Rama yang berdaulat sebagai utusan sang dewa untuk membasmi prahara serta angkara murka seorang penguasa serakah yang sudah tidak peduli pada kerabat dan moral.

Dalam sebuah perang ada yang namanya seorang intelijen, agen rahasia yang diberi visi misi khusus untuk mengetahui seluk beluk lawan yang akan dihadapi. Meliputi kekuatan, kelemahan, serta menyusup masuk ke dalam sarang musuh tanpa terlihat. Itulah yang disebut klandestein. Rama pun memiliki agen intelijennya sendiri yang dipercaya sebagai prajurit setianya. Karena Anoman sendiri telah berikrar untuk setia mengabdi pada pimpinannya itu. Sebagai utusan intel, Anoman harus menyusup masuk ke Alengka dengan tanpa terketahui oleh satu pihak musuh sekalipun. Sebagai pemberi informasi dan pengumpul informasi untuk mendukung kemenangan Rama.

Maka berangkatlah Anoman yang nanti terkenal sebagai Anoman Duta untuk menjalankan kewajibannya. Dia menyusup ke dalam Negara Alengka dengan menyamar sebagai wujud kera biasa bertubuh kecil. Dia langsung menjalankan misi pertamanya untuk memastikan bahwa Sinta masih baik-baik saja, sekaligus menyerahkan cincin pemberian Rama.

Anoman bertemu Sinta dan tanpa seorangpun warga atau prajurit Alengka yang tahu karena kecerdasan dan kecerdikan seorang intelijen Anoman. Misi kedua yang diembannya, adalah mengukur sejauh mana kekuatan prajurit Negara itu. Si Kera putih berubah menjadi wujud asli dan membuat onar di kedaton. Ternyata kekuatan prajurit Alengka tak bisa diremehkan, apalagi anak Rahwana yang bernama Indrajit. Yang memiliki kekuatan panah berantai yang dapat mengikat musuh sekalipun sakti.

Memang Anoman dapat mengalahkan kekuatan prajurit dari Alengka, tetapi panglima perangnya memang memiliki pengalaman dan taktik yang luar biasa. Patut diakui dan diacungkan jempol untuk Indrajit sebagai seorang panglima. Kesaktian kera putih tak bergumam ketika terikat rantai besi melilit tubuhnya. Anoman sang duta tertangkap sebagai penyusup yang telah meresahkan keamanan Alengka. Maka dia harus diganjar atas perbuatannya itu sesuai dengan keputusan para dewan. Hukuman obong dijatuhkan Rahwana untuknya. Tubuhnya terikat dan tak bisa berkurik sedikitpun. Kini tungku api yang harus dihadapinya. Sebagai seorang agen rahasia, tentulah intelijen dibekali kesiagaan untuk mengatasi hal semacam ini jika tak bertemu mufakat dalam berdiplomasi. Dibacalah ajian saepi angin miliknya yang membuat tubuh bisa terbang. Anoman terbang dan membawa sebuah kayu berapi sebelum sempat dimasukkan dalam tungku pembakaran tersebut. Dibakarnya kedaton Alengka hingga kocar-kacir.

Tugasnya selesai dan sang duta mestilah kembali dihadapan sang pimpinan. Anoman menyampaikan segala informasi yang dia peroleh dan mengambil kesimpulan menurut intuisinya. Kelemahan Alengka adalah kesombongan dan merasa digdaya. Sehingga melupakan serangan bersama. Karena merasa digdaya, setiap senopati terbagi menjadi beberapa kelompok dan maju sendiri-sendiri menurut kelompoknya. Sehingga itu menjadi kelemahan Alengka dan menjadi kekalahan Alengka nantinya.

Tugas seorang intelijen sebagai agen rahasia adalah penyamaran atau kalsdentin yang bahkan ia sendiri harus berani mengorbankan diri untuk mendapatkan keberhasilan dalam mencari rahasia yang tersembunyi. Sehingga dinamakan sebagai agen rahasia. Begitu pula Anoman, layaknya seorang duta mata-mata dia bergerak sendirian dengan penyamaran dan penguasaan taktiknya untuk menjaga keutuhan Negara dan membela Negara sebagai kesatria.

MUHAMMAD LUTFI, Sastrawan muda asal Pati, Jawa Tengah.

Kredit Foto: Kratonpedia.com

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut