Ampera Sulut Tolak Kenaikan Harga BBM

Sedikitnya 400-an massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (Ampera) menggelar aksi massa menolak kenaikan harga BBM, Kamis (29/3/2012). Mereka menggelar aksinya di kantor DPRD Provinsi Sulut.

Dalam aksi ini, sejumlah aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggelar aksi teatrikal. Aksi teatrikal itu menggambarkan kisah kepahlawanan pasukan Kawasaran, pasukan masyarakat asli Minahasa, saat mengusir pasukan imperialisme.

“Inilah kisah tentang keberanian dan kepahlawanan rakyat kita saat mengusir penjajah. Sekarang ini, negara kita kembali terjajah oleh kekuasaan pro-asing, maka mari membangkitkan keberanian pasukan kawasaran itu,” kata koordinator aksi, Hani Sandewa.

Menurut Hani Sandewa, kebijakan menaikkan harga BBM sangat bertentangan dengan kenyataan Indonesia sebagai negeri kaya energi. Hampir semua sumber energi, baik yang terbarukan maupun yang tidak terbarui, bisa ditemukan di negara ini.

Akan tetapi, kata Sandewa, prinsip pengelolaan energi di Indonesia memang tidak ditujukan untuk melayani kepentingan nasional. “Sebagian besar sumber-sumber energi nasional dikusai oleh korporasi asing. Tujuan mereka menggali keuntungan sebesar-besarnya untuk kemakmuran mereka sendiri,” katanya.

Karena itu, dalam pernyataan politiknya, Ampera mendesak agar pengelolaan energi dikembalikan sesuai kehendak konstutitusi, yakni mengacu pada prinsip pasal 33 UUD 1945. “Kemakmuran rakyat harus diutamakan,” kata Sandewa.

Massa aksi tiba di kantor DPRD Sulut menjelang sore hari. Ketua DPRD Sulut sedang tidak berada di tempat. Akan tetapi, melalui sekretarisnya di DPRD, ketua DPRD Sulut menyatakan sikap menolak kenaikan harga BBM.

Aksi ini sempat diwarnai aksi dorong-dorongan. Bendera organisasi LMND sempat direbut oleh polisi, tetapi berhasil diambil-alih kembali oleh massa mahasiswa. Ampera Sulut merupakan gabungan dari berbagai organisasi, seperti LMND, GMNI, HMI, KAMMI, BEM FIP Unima, BEM FBS  Unima, Aliansi Kerukuran Mahasiswa SITARO, dan Kerukunan Pemuda Mahasiswa Indonesia Bolaang Mongondow (KPMIBM).

MARLON SAIYA

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut